Heboh Telur Infertil dan Bahaya Mengonsumsinya

0
51 views
Ilustrasi telur

Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tasikmalaya membongkar penjualan telur infertil di Kompleks Pasar Induk Cikubruk Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020).

Akibatnya, penjual telur diperiksa polisi. Sedangkan barang bukti telur infertil disita oleh petugas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tasikmalaya Tedi Setiadi menjelaskan perihal telur infertil.

“Telur infertil atau hatched egg (HE) atau tertunas itu nantinya bakal menjadi anak ayam dan biasanya kalau pada suhu yang cocok bisa menjadi anak ayam,” tutur Tedi Setiadi, seperti dilansir Kompas.com.

“Tetapi, selama ini disimpan di ruangan tidak cocok, makanya pertumbuhannya tak sempurna. Telur infertil menjadi mati dan akhirnya membusuk,” lanjut dia.

Penjualan telur infertil ini, kata Tedi, melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

Penjualan telur infertil di Tasikmalaya terbongkar berawal dari kecurigaan warga di Pasar Induk Cikubruk.

Mereka menginformasikan, ada pedagang baru yang menjual telur hampir setengah dari harga normal. Harga telur ayam normal mencapai Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per kilogram.

Namun, pedagang tersebut menjual seharga Rp 15.000 per kilogram. “Awalnya kita mendapatkan laporan dari warga pasar yang memberitahukan ada salah satu pedagang telur baru di pinggir jalan yang menjual harga rendah Rp 15.000 sampai Rp 17.500,” kata Tedi. Saat petugas terjun dan melakukan pengecekan, rupanya telur yang dijual adalah telur infertil.

Tedi mengemukakan, mengonsumsi telur infertil berbahaya bagi kesehatan. “Jika dikonsumsi jelas mengganggu kesehatan,” tutur dia.

Selain membahayakan kesehatan, dalam prosesnya, biasanya telur melalui penyemprotan dengan zat kimia.

Telur infertil dilarang dijual karena sebelum dijual disemprot zat kimia terlebih dahulu dan zat kimia itu juga berbahaya jika dikonsumsi. Kami meminta agar masyarakat harus lebih bijak membeli, terutama dilihat dulu fisiknya jika harus melakukan pembelian lebih baik lagi harga normal saja dibanding harga miring,” ungkap dia.

(BSS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here