Kisah Tragis Serdadu Inggris: Berbohong Tentang Usia Agar Bisa Ikut Perang

0
48 views
Medali penghargaan untuk Jack Banks

Pendaratan di Normandy, Perancis, atau lebih dikenal dengan serangan D-Day tahun 1944, menjadi puncak Perang Dunia ke-II yang menentukan kemenangan pasukan sekutu terhadap Jerman. Namun, di balik itu ada cerita heroik sekaligus tragis tentang seorang pemuda yang nekad ikut perang dengan cara berbohong tentang usia sebenarnya.

Pemuda Inggris itu bernama Jack Banks. Usianya saat mendaftar baru 15 tahun, tapi dia mengaku 18 tahun. Jack berniat masuk tentara agar bisa ikut membela negaranya melawan Jerman pada perang dunia ke-II.

Kisah memilukan tentang anak muda yang ikut perang dan tewas pada saat awal penyerangan ini menjadi salah satu momen pada peringatan Hari Pendaratan D-Day ke -76.

Pemuda pemberani, Jack Banks berdusta tentang usia sebenarnya, saat dirinya mendaftar di ketentaraan Inggris. Dia menyebut usianya 18 tahun, padahal dia baru 15 tahun.

Jack di usia balita

Jack masuk di antara gelombang pertama pasukan Inggris yang mendarat di Pantai Gold Beach. Mereka merupakan bagian dari Operasi Overlord pada Juni 1944.

Remaja asal Darween, Lanchashire Inggris ini berhasil selamat saat bersama tentara lainnya, memasuki wilayah yang 20 mil menuju Perancis.

Usai bertempur selama enam minggu, Jack kemudian dengan sukarela melaksanakan tugas merebut senjata lawan di daerah Caen, Perancis.

Bersama dua rekannya dengan berbekal granat, mereka dikirim untuk menjalankan tugas tersebut. Sayangnya, mereka terbunuh oleh mortar musuh. Usia Jack saat tewas adalah 16 tahun.

Makamnya, bersama dua rekannya yang juga tewas, kini bisa dilihat di permakaman perang di Chouain

Di batu nisan Jack, tertulis kalimat menyedihkan, yang sengaja dipilih oleh orang tuanya: ‘Tuhan akan mengatakan pada kita mengapa, di kemudian hari, Dia menghancurkan hati kita dan membawanya pergi.’

Cicit keponakan dari Jack, Jake Swarbrick, (29), yang bertugas di ketentaraan Inggris, mengatakan dirinya bergabung di Angkatan Bersenjata karena terinspirasi oleh cerita tentang Jack Banks. “Jack selalu menjadi cerita besar di keluarga kami. Kami semua sadar tentang cerita hebat dirinya, dan juga pengorbanannya,” katanya.

Makam Jack Banks

Jack Banks, merupakan aanak tertua dari lima bersaudara. Dia lahir pada tahun 1928, dari orang tua Fanny dan Darwen.

Ibu Jack, Fanny yang saat itu mengetahui anaknya mendaftar di pasukan perang, bersumpah akan melapor pada pihak berwenang bahwa usia anaknya masih di bawah umur, dan berharap agar putranya itu bisa batal ikut perang.

Namun harapannya tak terkabul, Jack Banks ternyata sudah mendarat di Gold Beach dalam operasi terbesar perang dunia ke-II tersebut.

Di peristiwa itu, Jack Banks terkena lontaran granat dari pasukan Jerman.  Dia terluka sangat serius. Dia sempat dirawat, namun akhirnya tewas pada 11 Juli 1944.

Komandan pasukan, W. Markham menulis untuk orangtua Jack: Yang terhormat Tuan Banks, saya khawatir surat ini akan membuat anda sedih. Putra anda terluka oleh mortar dan gugur di dalam ambulan yang membawanya.

“Dia dimakamkan bersama dua rekan lainnya yang juga gugur. Makam mereka diurus dengan baik. Dia telah memberikan semuanya. Semoga Tuhan memberi anda kekuatan untuk menghadapi masa depan.”

Ibu Jack, Fanny, tak pernah mengambil medali tanda pernghargaan untuk sang putra karena dia begitu sedih telah kehilangan anaknya.

Fanny punya vas bunga yang selalu diisi dengan air dengan harapan sewaktu-waktu tubuh putranya itu kembali, tapi hal itu tak pernah menjadi kenyataan.

Komisi Perang Persemakmuran Inggris kemudian menjadikan cerita tentang Jack Banks sebagai bagian dari upaya mereka mengingatkan generasi muda Inggris tentang mereka yang gugur pada saat perang.

Juru bicara lembaga itu mengatakan: “Dengan menceritakan kisah pemuda berusia 16 tahun, yang makamnya ada di kuburan di Normandy, kita dapat memutus halangan waktu dan angka  kemanusiaan, di peristiwa D-Day ini kelak akan membantu mereka yang berusia sama seperti Jack, tentang harga sebuah kebebasan.”

(DM/Bowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here