Sejarah Dunia: Heinrich Himmler, Arsitek Nazi Pembantai Yahudi

0
26 views
Himmler dan Hitler

Heinrich Luitpold Himmler, salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Jerman Nazi. Sebagai Reichsführer-SS, ia mengendalikan SS dan Gestapo. Ia juga menjadi organisator utama Holocaust.

Sebagai pendiri dan opsir yang bertugas di kamp konsentrasi Nazi dan regu kematian Einsatzgruppen, Himmler bertanggung jawab atas pengimplementasian pembasmian skala industri antara ‘6-12 juta’ jiwa. Korban-korbannya ialah orang Yahudi, Slavia, Gipsi, homoseksual, komunis, liberal, Freemason, Polandia, bangsa kulit hitam dan orang dari banyak bangsa lain.

Bersama Hitler

Pada 1929, Himmler diangkat sebagai kepala SS singkatan dari Schutzstaffel (skuadron pelindung). Inti satuan yang bakal menjadi SS dikenal dengan Stosstruppe (pasukan serbu) Adolf Hitler, beranggotakan delapan orang dan dikepalai sopir kesayangan Hitler, Julius Schreck. Dari awal yang kecil itu, SS tumbuh hingga berkekuatan 910.000 orang, angka yang menakjubkan tapi hanya sepersepuluh jumlah tentara reguler Jerman pada masa jayanya.

“Pertumbuhan sejati SS berawal pada 1929 ketika Heinrich Himmler, seorang yang santun dan teliti, tapi juga ambisius dan kejam, ditunjuk menjadi Reichsfuhrer (pemimpin) SS,” tulis Bruce Quarrie dalam Wafen SS, seperti dimuat Historia.id.

Himmler tewas bunuh diri

Pada 1934, Himmler juga menjadi kepala Gestapo, polisi rahasia, yang ditakuti di Jerman dan wilayah pendudukan Jerman di Eropa selama Perang Dunia II. Gestapo dibebaskan dari kekangan hukum sehingga bisa menangkap siapa saja dengan alasan apa saja.

“Himmler terobsesi dengan kemurnian ras Jerman dan mendorong ‘program pemuliaan’ ras Arya,” tulis bbc.co.uk. “Pecahnya Perang Dunia II mendorong Himmler untuk mengejar tujuan rasial lain, yaitu penghapusan orang Yahudi dan apa yang disebut sub-humans (ras manusia kelas bawah, red.) lainnya.”

Karena itu, tulis historylearningsite.co.uk, Himmler bertanggung jawab atas kamp-kamp konsentrasi Jerman (dia mendirikan kamp pertama di Dachau pada 1933) dan kamp-kamp kematian di Eropa Timur.”

Setelah Jerman menginvasi Polandia, Himmler diberi kendali total menganeksasi negara tersebut. Dalam setahun, lebih dari satu juta orang Polandia dan 300 ribu Yahudi dipaksa keluar Polandia dan digantikan pemukim Jerman. Ketika Jerman menginvasi Uni Soviet pada 1941, Himmler mengendalikan kepolisian dan administrasi politik di wilayah-wilayah pendudukan, melalui kekuasaanya: SS dan sistem kamp konsentrasi.

Pada 1943, Hitler mengangkat Himmler sebagai menteri dalam negeri. Dalam posisi ini, dia mengawasi “Solusi Akhir” –upaya memusnahkan semua orang Yahudi di Eropa– dan mengelola sistem kerja paksa.

“Ironisnya,” tulis historylearningsite.co.uk, “bagi seseorang yang berhubungan dengan pertumpahan darah begitu banyak, Himmler sendiri hampir pingsan saat melihat darah.”

Ketika kekalahan Nazi-Jerman mendekat, Himmler berupaya negosiasi dengan Sekutu. Hitler marah dan melucutinya. Setelah penyerahan Jerman, Himmler melarikan diri dengan identitas palsu, tapi ditangkap Sekutu. Pada 23 Mei 1945, dia bunuh diri di tahanan.

(BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here