Penyebaran Corona di Jakarta Menurun

0
301 views
Petugas sosial memberi masker pada seorang pria di Jakarta

Kabar gembira muncul dari Jakarta terkait menurunnya penyebaran virus corona.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui ada perlambatan penambahan kasus Corona Covid-19 di Ibu Kota. Namun, perlambatan ini bukan lantas merasa merdeka dari ancaman Corona.

Anies menekankan tak ingin warga Jakarta tak disiplin dalam menjalankan physical distancing. Sebab, ancaman Corona masih nyata.

“Masih bertambah, tetapi memang angka pertambahannya lebih kecil dibanding waktu-waktu sebelumnya. Ada pelambatan penambahan benar. Tapi, jangan sampai kita merasa sudah merdeka dari┬áCovid,” kata Anies dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne bertema #ILCIbadahSampaiMudik pada Selasa malam, (28/4/2020).

Dia menekankan pentingnya menuntaskan Corona dengan kedisiplinan. Sebab, ancaman virus dari Wuhan, China itu belum bisa dipastikan kapan berakhirnya.

Anies berpesan dengan perlambatan penambahan Corona berarti proses yang sudah dilalui dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta cukup membantu. Kata dia, mengingatkan lagi kedisiplinan adalah kunci keberhasilan.

“Apa yang kita saksikan hari ini adalah fakta yang kita kerjakan sebelumnya. Apa yang kita kerjakan sekarang nanti akan tampak pada pekan-pekan depan,” ujar Anies.

Dia mengimbau agar warga Jakarta tetap semangat menjalani kedisplinan demi meredam penulaaran Corona. Ia tak ingin Jakarta seperti Singapura yang disebut berbagai pihak berhasil dalam meredam Corona namun akhirnya mengalami lonjakan kasus positif.

“Jangan kendor, ini perjuangan belum selesai,” tutur eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Pun, selama PSBB sejak periode pertama pada Jumat, 10 April 2020, aktivitas warga Ibu Kota berkurang signifikan. Kata dia, setidaknya hanya 18,8 persen warga yang masih menggunakan jasa moda transportasi. Untuk kendaraan pribadi, hanya 40 persen warga yang masih menggunakannya.

“Data yang kami terima pengguna moda transportasi berkurang 80,2 persen. Jadi, hanya sekitar 18 persen yang masih menggunakan moda transportasi,” jelas Anies.

(BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here