Babak Belur Menahan Laju Jokowi

0
220
Presiden Jokowi (foto: Reuters)
  • Banyak fasilitas era Jokowi yang dinikmati rakyat
  • Karakter Jokowi dianggap otentik bukan pencitraan
  • Mantan Wali Kota Solo ini dianggap mau mendengar masukan banyak pihak

BarisanBerita.com,- Dua kubu, yaitu Amin dan Ganjar-Mahfud MD, sedang menahan laju popularitas Jokowi yang terus bertahan di angka 80 persen (data sejumlah lembaga survei nasional). Strategi pemojokan pun terus dilakukan agar efek positif makin merosot ke kubu Prabowo-Gibran.

Asal tahu saja, di tahun terakhir kekuasaan, apalagi di periode kedua, tingkat popularitas presiden umumnya babak belur. Tingkat kepuasan publik, cenderung merosot. Anjlok. Namun, ini tak berlaku pada Jokowi.

Tingkat kepuasan publik pada Jokowi di tahun terakhir kekuasaannya, terhitung sangat tinggi.

Hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam periode Mei hingga Agustus 2023 menunjukkan, tingkat kepuasan publik kepada Jokowi berkisar antara 76,2 hingga 80 persen.

Ini rating yang sangat tinggi. Sangat mencengangkan. Bagaimana menjelaskannya? Apa yang membuat Jokowi tetap populer, tetap membuat rakyatnya puas?

Pendiri LSI Denny JA menyebut, ini adalah impresi rakyat banyak, hasil kombinasi dari apa yang mereka lihat, antara kinerja dan personality Jokowi.

“Dalam kinerja, publik luas merasakan sendiri manfaat, dari misalnya BPJS. Bagaimana biaya kesehatan mereka begitu dijamin, dengan harga yang terjangkau, bahkan gratis. Untuk pendidikan, publik dipuaskan. Juga untuk bantuan sosial, terutama ketika bencana 3 tahun covid-19. Walau ada bocor anggaran di sana dan di sini, tapi penilaian publik untuk bansos sangat tinggi,” papar Denny dalam keterangannya, Minggu (17/9/2023).

Denny tak menampik, kelompok yang kritis kepada Jokowi, tetap ada. Terutama, dari kalangan terpelajar.

Namun, jumlah kalangan terpelajar di Indonesia, tak sampai 10 persen.

Secara kualitas, kata Denny  catatan kalangan terpelajar sangatlah penting. Tapi dalam ukuran approval rating, bukan itu ukurannya. Yang dihitung adalah kuantitas opini.

“Hal lain yang mencolok soal Jokowi adalah personalitasnya. Publik berpandangan, Jokowi peduli pada rakyat. Kepedulian Jokowi mereka rasakan otentik, tidak dibuat- buat atau acting. Jokowi juga dinilai rendah hati dan santun. Kesan atas personalitas, memiliki pengaruh besar terhadap approval rating, tingkat kepuasaan publik,” jelas Denny.

Soal Jokowi personality Jokowi yang otentik, Denny mengaku punya pengalaman pribadi.

Di akhir Juli 2023, ajudan orang nomor satu di republik ini meneleponnya. Menyampaikan info, bahwa Presiden Jokowi ingin berbicara, jika Denny ada waktu.

Denny pun segera meluncur ke istana. Di ujung meja, Jokowi duduk sendirian.

Dia mengungkap, kata pertama yang dinyatakan Jokowi adalah “Maaf Mas Denny, jika ini mengganggu hari libur Mas Denny.

Denny pun menjawab: “Tidak sama sekali pak Presiden. Justru sebuah kehormatan jika dipanggil oleh seorang presiden.”

Mereka pun bicara empat mata, 30 hingga 45 menit.

Di mata Denny, Jokowi nampak begitu santun, rendah hati, mendengar, bertanya dan mencatat. Dia ingin mengetahui aspirasi rakyat banyak, dari sumber yang berbeda-beda.

“Jokowi merasa, saya cukup mengetahui opini publik dari Aceh hingga Papua, dari hasil survei LSI Denny JA. Terkesan oleh saya, sikap Jokowi memang otentik. Dia rendah hati, dan sangat santun, tidak dibuat- buat dalam rangka pencitraan misalnya. Itu justru menambah nilai Jokowi di mata publik,” tutur Denny.

“Semoga Jokowi terus seperti ini, sehingga bisa mengakhiri amanah jabatan presiden dengan happy ending. Ini tradisi baru, yang berbeda dengan semua Presiden Indonesia sebelumnya, yang tidak berakhir dengan happy ending,” pungkasnya.

(RM/wo, Bobby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here