Memburu Hamas dan Yahya Sinwar

0
314
Pasukan Israel

·    Yahya belajar bahasa Hebrew di penjara Israel

·    Dia mempelajari segala hal tentang Israel

·    Dianggap sadis namun berotak cerdas

·    Metode intelijen Israel dibongkar Hamas, termasuk lalu lintas rahasianya

BarisanBerita.com,- Sebagian besar tokoh Palestina berasal dari keluarga pengungsi. Mereka diusir dari tanah leluhur oleh kaum zionis Israel. Akibatnya dendam begitu dalam, sehingga tak tersisa ruang untuk berbelas kasihan pada kaum Yahudi yang merebut tanah air mereka.

Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar

Seperti Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, yang juga lahir di pengungsian serta dari keluarga miskin. Cerita tentang kekejaman Israel mengisi ruang memorinya, dan sejak saat itu lah dia terobsesi untuk balas dendam.

Nama Yahya Sinwar kini masuk daftar teratas dalam target Israel untuk dihabisi. Pria kurus dengan wajah terlihat sadis ini dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023 lalu.

Kekerasan hatinya mengantar Yahya dalam tahanan Israel pada tahun 1988, dengan empat vonis seumur hidup akibat kekerasan yang dilakukannya.

Dengan otak cemerlangnya, di penjara Yahya belajar bahasa Hebrew (bahasa resmi Yahudi), dan juga mempelajari segala hal tentang musuhnya, yang kelak akan sangat berguna dalam aksi perlawanannya.

Menurut beberapa orang Israel yang mengintrogasinya, lelaki Palestina itu 1000 persen keras hati dan sangat berbahaya. Yahya selama di tahanan juga disebut tak pernah berbicara pada orang Israel. Dan dia akan menghukum anak buahnya jika berhubungan dengan kaum zionis. “Dia pernah menghukum anak buahnya dengan menempelkan wajah mereka ke kompor panas,” kata salah satu introgator.

Setelah menjalani 23 tahun di penjara Yahya akhirnya dibebaskan lewat pertukaran sandera. Dia langsung melakukan konsolidasi gerakan Hamas dan menjadikan organisasi itu sangat berbahaya bagi Israel, hingga peristiwa berdarah 7 Oktober 2023.

Intelijen Israel pun berupaya keras mengejar Yahya. Namun, nampaknya tak semudah mereka menangkap petinggi Palestina di masa lalu. Yahya dan generasinya sudah lebih cerdas dalam menghadapi Israel.

Kelompok militan Palestina termasuk Hamas nampaknya belajar banyak dari kesalahan senior mereka di masa lalu. Kerahasiaan menjadi bagian penting yang mereka adopsi dari intelijen Israel.

Sumber intelijen Israel mengatakan, mengeliminasi Yahya menjadi target utama dalam menghadapi perlawanan militan Palestina, khususnya Hamas.

Jauh sebelumnya, mantan agen CIA, Robert Baer dalam bukunya “The Devil We Know” mengatakan, kemampuan gerakan militan Palestina belajar banyak dari Iran dalam hal intelijen dan taktik perang.

Menurut Baer, Iran memberikan pelajaran berharga pada kelompok Hisbullah di Libanon dalam menghadapi intelijen Israel. Mereka akhirnya bahkan mampu memecahkan kode rahasia lalu lintas intelijen negara zionis itu.

Iran, kata Baer, juga memberi pelatihan perang, menyuplai amunisi serta persenjataan bagi kelompok perlawanan tersebut.

Namun hingga sekarang, belum terbongkar keterlibatan Iran dalam membantu kelompok-kelompok tersebut, dan masih menjadi teka-teki.

(JPost, Hzrt/Bobby, wo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here