Mata-Mata China: Seks dan Wanita Cantik

0
2291
Perempuan dan Honey Trap dalam dunia spionase

BarisanBerita.com,- Pemerintah China berulang kali membantah melakukan operasi mata-mata di Amerika, dan juga Kanada. Namun hasil penyelidikan FBI menemukan bukti bahwa operasi spionase Negeri Tirai Bambu itu sudah berlangsung lama, dan mampu  menerobos negeri Adidaya.

Seks dan wanita cantik memasuki pusaran elit pejabat di Amerika—semua untuk memperoleh informasi. Dan China melakukannya.

“Ada banyak wanita yang bekerja untuk kegiatan mata-mata China di negeri ini,” kata mantan agen CIA, Daniel Hofman.

Dikutip dari Foxnews, aksi mata-mata China di Amerika bak film-film James Bond, dengan memanfaatkan wanita untuk mendekati sasaran.

Christine Fang alias Fang Fang

Kasus itu menimpa politisi Republik, Eric Swalwell. Pria paruh baya ini menjalin hubungan asmara dengan wanita yang kemudian dicurigai sebagai bagian dari jaringan mata-mata China. Pada tahun 2015 Eric diingatkan oleh badan investigasi Federal untuk menghentikan hubungan dengan wanita tersebut.

Eric Swalwell bukan orang pertama yang masuk dalam”honey trap”, sebuah upaya mengorek informasi dengan memanfaatkan wanita sebagai umpan, termasuk dengan melakukan hubungan seks. Pelaku intelijen di Amerika yakin operasi jebakan semacam itu masih terus berlangsung.

“Pemerintah China membanjiri Amerika dengan operasi sejenis itu,” kata Daniel Hoffman kepada Foxnews.

Ahli pertahanan Amerika juga mengatakan, intelijen China melakukan penetrasi dengan mengerahkan agen yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi, lancar berbahasa Inggris, dan rutin menggunakan medsos seperti Linkendin dan Facebook untuk menghubungi serta menjebak target.

Intelijen harus mampu memilih sasaran, termasuk keahlian melihat potensi target yang suatu saat bisa menjadi orang penting.

Pada kasus Eric Swalwell, kecantikan wanita membuatnya terpedaya. Wanita China itu bernama Christine Fang alias Fang Fang. Awalnya Fang merupakan anggota tim kampanye Eric dalam mengumpulkan dana bagi pemilihan anggota DPR.

Namun, lembaga penyidik Federal Kalifornia percaya bahwa Fang juga terlibat dalam upaya mendekati sejumlah politisi sejak 2011 hingga 2015 lalu. Fang diketahui menjalin hubungan seks dengan dua politisi sebelumnya di dua negara bagian yang berbeda.

Berdasarkan laporan, Fang mengumpulkan informasi dan berusaha memengaruhi sejumlah politisi yang memiliki peluang untuk menjadi sosok berpengaruh di perpolitikan Amerika. operasi yang dilakukan F ang diyakini dibawah perintah langsung Kementerian Pertahanan China. Fang menyerahkan informasi yang diperolehnya ke “pembinanya” di Kantor Konsulat Chiana di San Fransisco.

Ketika FBI mencium operasi Honey trap ini, Fang langsung kabur ke negeri asalnya. Tapi, sejumlah pengamat mengatakan ada banyak Fang di dalam negeri Amerika yang sedang beroperasi.

“Tujuan operasi ini adalah mendapat rasa percaya dari si target, lalu mencuri informasi. Para agen yang disusup ini sangat wajib untuk paham kepribadian orang yang akan disasar, termasuk gaya dan cara memimpin si target, seperti kasus Eric Swalwell,” kata pengamat intelijen yang tak ingin disebut namanya. “Mereka (para agen) mendekati politisi muda yang jenjang karirnya masih panjang dan berpeluang punya masa depan yang cerah.”

Apa yang menimpa Eric, diduga juga dialami beberapa politisi yang seumuran dengannya.

“Kebanyakan, agen mata-mata yang ditugaskan adalah perempuan. Mereka mendekati sasaran dengan cara halus. Target selalu laki-laki, meski ada juga perempuan yang juga terkena perangkap ini,” kata mantan pejabat intelijen Amerika, Del Wilber. “Tujuannya dari operasi ini agar sasaran bisa diajak bekerjasama. Lebih jauh lagi, mereka menggunakan bukti dan foto untuk membujuk target agar tak bisa lepas dari  jaring jebakan.”

Wilber menambahkan, mayoritas yang menjadi korban adalah pria yang sudah menikah. Namun target yang punya orientasi seks sesama jenis pun didekati.

“Ketika korban masuk perangkap, maka tak akan dilepas. Jika menolak, maka intimidasi lewat bukti foto atau catatan komunikasi akan dilakukan. Sejumlah kasus membuat si pria bercerai dari pasangannya. Intinya, mau bekerjasama atau diekspose habis-habisan,” ujar Wilber.

Operasi mata-mata dengan cara honey trap sudah lama dipakai Rusia, namun China saat ini melakukannya dengan lebih baik. “Targetnya selalu sosok yang bernilai sangat tinggi dalam menguasai sejumlah informasi sensitif,” kata mantan pejabat intelijen Amerika yang masih bekerja pada perusahaan keamanan skala nasional.

Namun, di balik operasi yang menggunakan wanita-wanita cantik ini, ternyata ada cara mengerikan yang dilakukan intelijen China. Mereka mengancam keluarga agen mata-mata mereka jika tak mau menjalankan tugas.

“Terkadang keluarga si agen akan diancam jika tak bisa atau tak mau melakukan tugasnya,” kata Jamie Williamson, CEO Global Executive Management (GEM), dan juga mantan intelijen militer Amerika.

Kasus honey trap yang menghebohkan juga pernah terjadi pada tahun 70-an. Seorang wanita China, Katrina Leung, yang berimigrasi ke Amerika dan mendapat kewarganegaraan negeri Paman Sam, ditawari menjadi mata-mata oleh FBI. Namun keadaan berbalik arah, Leung malah mendekati agen FBI yang menghandle-nya. Dia lalu membocorkan sejumlah rahasia paling penting ke China.

Leung pada 2003 sempat ditangkap dan dituduh melakukan operasi mata-mata untuk China, namun kasusnya lenyap begitu saja. Leung lalu diketahui berkerja sebagai agen ganda.

Sejumlah negara seperti Inggris, Perancis, dan Kanada kini mulai waspada. Mereka membekali pejabat dan pengusaha yang akan berpergian ke China untuk menghindari tawaran seks dari wanita cantik yang tak dikenal.

Pada tahun 2011, intelijen Perancis menuduh China mengerahkan “mata-mata perempuan berparas cantik” untuk mencuri rahasia dan memeras sasarannya. Trik yang dipakai termasuk mengajak berhubungan intim, seperti pada kasus seorang peneliti obat-obatan terkenal Perancis, yang adegan seks dengan seorang wanita China direkam, untuk digunakan memerasnya.

Begitupun dengan Inggris. Badan intelijen untuk dalam negeri atau MI5, menuduh China menggunakan operasi Honey Trap agar bisa meretas jaringan komputer milik sejumlah perusahaan Inggris.

MI5 lalu menerbitkan buku panduan berjudul “Ancaman mata-mata China” yang dibagikan ke pejabat keamanan, bank dan pengusaha.

Di tahun 2016, Duta Besar Jerman untuk China yang baru ditunjuk, masuk perangkap honey trap. Telepon seluler yang berisi sejumlah rahasia penting, diambil seorang wanita yang diyakini sebagai agen mata-mata negeri komunis tersebut.

Sementara, FBI menolak berkomentar soal kasus Eric Swalwell. Namun sejumlah pihak curiga bahwa kasus itu hanya bagian kecil dari gunung es operasi mata-mata China di Amerika.

(wo, Bob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here