Malam Terakhir Osama bin Laden

0
702
Senjata HK416 rifle yang dipakai Navy Seal untuk membunuh Osama bin Laden

“Beware the fury of a patient man.”
John Dryden

BarisanBerita.com,- Ingin mengubah citra diri dan organisasinya, menjadi impian terakhir pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden. Satu hari sebelum tewas dibunuh oleh pasukan khusus Amerika, Osama berniat merekam video tentang Al Qaeda yang telah berubah—Al Qaeda yang lembut dan bersahabat.

Peter Bergen wartawan CNN spesialis pertahanan dan ahli tentang Osama serta organisasi Al Qaeda, merangkum data serta informasi dari salah satu sumber di lembaga pertahanan Amerika, yang memiliki 470.000 dokumen hasil sitaan dari kediaman Osama.

Osama benci ketika dirinya seperti tak dianggap, dia lalu berencana melakukan serangan serupa Teror 9/11 yang mengguncang Amerika dan dunia, termasuk rencana membunuh Presiden Obama. Itu karena dia merasa “dilewatkan” begitu saja oleh sejarah.

Dalam buku yang ditulis Peter Bergen The Rise and Fall of Osama bin Laden, disebut Osama frustasi akibat dirinya tak lagi menjadi perhatian paska serangan ke Menara Kembar di Amerika. Maka untuk mengingatkan dunia bahwa dirinya masih ada, Osama berencana melakukan serangan kembali, sekaligus sebagai perayaan 10 tahun serangan 11 September.

Di buku itu juga terungkap bagaimana Osama merasa tidak dipedulikan ketika dirinya harus lari bersembunyi di komplek perumahan di Pakistan.

Begitupun saat peristiwa revolusi “Arab Spring” dia merasa Al Qaeda tak dilibatkan, dan sang pemimpin berpikir dirinya seakan dilewatkan begitu saja oleh sejarah.

Rasa ketakutan dikejar-kejar musuh juga makin menyelimuti jiwanya. Kepada salah satu istrinya, Osama begitu was-was, saat pasangannya itu akan ke dokter gigi. Osama takut Amerika memasang alat pada gigi istrinya, dan bisa mendeteksi keberadaannya.

Untuk tetap membuat Al Qaeda utuh dan mampu mandiri, Osama menulis cara dia mengatur lembaganya. Dia membuat 10 halaman berisi catatan tentang irigasi dan berapa banyak pohon zaitun yang akan ditanamnya.

Pada 2 Mei 2011 ketika pasukan elit Navy SEALS menyerbu rumahnya, Osama sedang berencana membuat video tentang Al Qaeda dengan citra yang baru. Dia ingin menekankan bahwa organisasi bentukannya itu bisa mengikuti kondisi saat ini.

Peter Bergen dalam bukunya juga menulis, Osama terpengaruh tokoh Islam keras dari Mesir, Sayyid Quth, yang menulis teori tentang kekerasan atas nama agama.

Semangat perang Osama makin terpicu ketika pendudukan Soviet di Afganistan. Dia lalu pindah dan tinggal di Pakistan, serta memberi sumbangan pada para pejuang anti-Soviet. Di sana juga dia menikah lagi dan punya empat istri.

Fanatismenya akan perjuangan juga membuat dirinya membentuk Al Qaeda. Osama kemudian membuat peraturan tentang organisasi Al Qaeda sebanyak 19 halaman, diantaranya setiap pejuang Al Qaeda yang sudah menikah berhak mendapat uang sebanyak Rp 400 dolar per bulan (dengan kurs Rp 10,000 = Rp 4 juta) dan jatah liburan setahun sekali.

Selain itu, pejuang Al Qaeda juga berhak mendapat istrahat 2 minggu jika sakit, gratis ongkos pulang ke kampung halaman dan semua biaya pengobatan juga diganti. Dan untuk yang sudah menikah juga diberi uang 1,200 dolar untuk membeli perlengkapan rumah.

Dalam buku itu juga dikatakan bahwa Osama takut minum obat modern dan hanya minum Avena yaitu sirup yang terbuat dari gandum, yang dia percaya bisa meningkatkan stamina dirinya.

Kebencian Osama pada Amerika dimulai ketika pasukan Paman Sam masuk ke Somalia, dan dia merasa Amerika ingin menghancurkan dunia muslim. Beberapa serangan mematikan dilakukan Osama pada Amerika, dan membuatnya menjadi target perburuan negara Adigdaya tersebut.

Upaya menghabisi Osama sebenarnya hampir saja dilakukan CIA di Pakistan.

Pencarian terhadap Osama makin meningkat paska pemboman manara kembar. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Osama memang menjadi otak di balik serangan maut tersebut. Osama juga mengatakan serangan harus lebih besar dengan mengerahkan sepuluh pesawat yang dibajak.

Peter Bergen menyebut Osama awalnya memandang remeh Amerika, namun dia lalu begitu terkejut dengan respon negara tersebut. Amerika tak lagi setengah-setengah melancarkan upaya   perburuan terhadap dirinya.

Diungkapkan juga bagaimana intelijen Amerika gagal mendapatkan Osama ketika berada di pegunungan Tora Bora. Penyebabnya, Taliban membohongi Amerika dengan menjanjikan bahwa Osama akan menyerahkan diri jika Amerika setuju gencatan senjata. Akibatnya, Osama bisa melarikan diri saat perjanjian itu dilaksanakan.

Upaya pencarian terus dilakukan meski sempat mengalami jalan buntu, hingga pada 2010 ketika Obama berkuasa mulai ada titik cerah keberadaan Osama bin laden.

Bantuan satelit berteknologi tinggi mulai memberi hasil. Seorang pria dengan jubah putih, dan selalu menunduk, dicurigai sebagai Osama berhasil dilacak oleh satelit. Dia berada di antara tiga perempuan yang dipastikan sebagai istri-istrinya. Osama terus berupaya menghindar dari tangkapan pelacakan satelit. Osama juga tidak memakai telepon dan internet. Setiap instruksinya dilakukan lewat flash disk yang dia selundupkan ketika kurirnya berpura-pura belanja kebutuhan rumah tangga. Kurirnya juga diminta untuk melepas baterei handphone yang dipakai, dan dipasang kembali setelah satu jam keluar dari pemukiman Osama.

Namun, Osama juga mengalami masalah ketika sejumlah kurirnya berhenti, dengan alasan bayaran yang diterima mereka tak sesuai dengan risiko yang bakal mereka terima, ditembak mati drone Amerika.

Osama juga memelihara ayam agar pihaknya tak terlalu sering ke luar permukimannya untuk berbelanja. Semua karena ketakutannya akan serangan Amerika.

Dan memang Amerika berhasil menemukan Pemimpin Al Qaeda tersebut, lalu menghabisinya setelah bertahun-tahun gagal mendapatkannya.

(Daily Mail/Bowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here