Shock Terapi Budiman Sudjatmiko

0
226
Budiman Sudjatmiko

Jakarta, BarisanBerita.com,- Dugaan adanya perpecahan di PDI-P nampaknya bukan isapan jempol. “Pembelotan” Budiman Sudjadmiko mendukung Prabowo menjadi pertanda partai banteng tersebut sedang diliput konflik internal.

Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dengan tegas menyatakan dukungannya kepada bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia mengaku punya sejumlah alasan khusus lebih memilih Prabowo dibanding bacapres PDIP Ganjar Pranowo.

“Indonesia butuh kepemimpinan yang strategik, Pak Ganjar baik, bukannya buruk ya, tapi Indonesia butuh kepemimpinan yang strategik kali ini karena situasi global,” kata Budiman usai deklarasi relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jumat (18/8/2023).

Lebih lanjut, Budiman menjelaskan ke depan akan banyak tantangan global yang harus dihadapi oleh Indonesia. Karena itu lah, Budiman menganggap Prabowo lebih pas untuk memimpin Indonesia.

“Kita butuh kepemimpinan strategik yang mencoba melihat keadaan global, tatanan global, dan tantangan juga keadaan ekonomi, perang, teknologi yang menurut saya kita membutuhkan kepemimpinan strategik yang menempatkan visi-visi jangka panjang strategis dan melihat soal-soal rakyat yang saya sebut tadi,” jelasnya.

Aksi Budiman ini menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, tindakan Budiman makin menguatkan sinyal adanya perpecahan di internal partai banteng dalam menjagokan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

“Kader Senior PDIP semakin berani menunjukkan sikap berbeda dengan capres yang diputuskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Kamis, (20/8/2023).

“Bisa jadi, kader PDIP yang tidak mendukung Ganjar lebih loyal ke Jokowi. Mereka lebih menunggu arahan Jokowi daripada mengikuti keputusan Megawati,” kata Jamiluddin.

Dihadapkan sikap pemberontakan kadernya, Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat merespons dengan mendoakan Budiman bisa menjadi cawapres Prabowo Subianto.

“Ya biar aja, berarti selamat pada Pak Budiman, karena sebagai calon wakil presiden dari Pak Prabowo nah, ya,” kata Djarot.

Dengan satire, Djarot mendorong Budiman Sudjatmiko menjadi cawapres Prabowo. “Kita dorong supaya Pak Budiman jadi wakilnya Pak Prabowo,” ucapnya

BBS, Dtk/Tmp/ Bob

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here