Misteri Kematian Bos Wagner—“Jangan Main-Main dengan Putin”

0
240
Presiden Putin

BarisanBerita.com,- Misteri kematian Komandan Wagner, Yevgeny Prigozhin, masih belum terungkap. Namun sebagaian pihak paham kematiannya ada sangkut paut dengan perannya dalam kasus pemberontakan tentara bayaran itu ke Moskow.

Di sisi lain, Putin di mata barat juga dikenal “ringan tangan” dalam melenyapkan musuhnya. Dia tak segan menggunakan kekerasan termasuk pada kematian Bos Wagner.

Tentara Grup Wagner

Berbagai kejanggalan dan spekulasi bermunculan dari peristiwa jatuhnya jet pribadi dengan salah satu penumpang Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin.
Sejumlah pihak termasuk Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menduga Presiden Putin karena jatuhnya pesawat yang tidak wajar.

Jatuh menukik pada 30 detik terakhir penerbangan dari ketinggian 8000 kaki dinilai aneh. Reuters mengabarkan bahwa pesawat tidak menunjukkan kejanggalan hingga lepas landas.

Hubungan antara Prigozhin dan Rusia menjadi sorotan belakangan ini setelah bio Wagner itu sempat merencanakan pemberontakan terhadap Kremlin 23-24 Juni.

Pemberontakan sempat akan dilakukan Wagner setelah sang pentolan kecewa dengan militer Rusia karena banyak anak buahnya yang tewas dan tak mendapatkan perhatian.

Kecelakaan jet pribadi jenis Embraer kemudian dikaitkan dengan spekulasi pembunuhan terhadap Prigozhin.

Kematian Yevgeny Prigozhin, bukan kasus pertama jika dikaitkan dengan Putin. Sejumlah tokoh yang menjadi “Oposisi” kapada Putin, tewas dengan cara yang terbilang sadis dan misterius. Mereka diantarnya,

Alexei Navalny

Pemimpin oposisi paling terkemuka di Rusia, Alexei Navalny, diterbangkan ke Jerman pada Agustus 2020 untuk perawatan medis setelah diracun di Siberia. Para ahli Barat menyimpulkan apa yang dialami Navalny sebagai agen saraf militer Novichok. Rusia membantah terlibat.

Navalny mendapat kekaguman di seluruh dunia karena secara sukarela kembali ke Rusia pada 2021. Dia langsung ditangkap setibanya di sana. Dia sekarang menjalani hukuman 11-1/2 tahun penjara atas tuduhan penipuan dan tuduhan lain yang menurutnya palsu. Gerakan politiknya telah dilarang dan dinyatakan “ekstremis”.

Navalny mendapat tambahan hukuman 19 tahun di koloni dengan keamanan maksimum yang ditambahkan ke hukuman penjaranya baru-baru ini.

Sergei Skripal 

Mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan tak sadarkan diri di bangku di luar pusat perbelanjaan di kota katedral Inggris Salisbury pada Maret 2018. Skripal dikenal membocorkan rahasia kepada intelijen Inggris.

Mereka dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Para pejabat Inggris mengatakan mereka telah diracuni dengan Novichok, sekelompok agen saraf yang dikembangkan oleh militer Soviet pada tahun 1970an dan 1980an.

Keduanya selamat. Rusia membantah terlibat dalam peracunan tersebut dan mengatakan Inggris mengobarkan histeria anti-Rusia.

Vladimir Kara-Murza 

Seorang aktivis oposisi Rusia, Vladimir Kara-Murza mengatakan dia yakin ada upaya untuk meracuninya pada 2015 dan 2017. Sebuah laboratorium Jerman kemudian menemukan peningkatan kadar merkuri, tembaga, mangan, dan seng di dalam dirinya, menurut laporan medis yang dilihat oleh Reuters. Moskow membantah terlibat.

Alexander Litvinenko

Alexander Litvinenko meninggal pada 2006 dalam usia 43 tahun setelah meminum teh hijau yang dicampur dengan polonium-210, isotop radioaktif yang langka dan kuat, di Hotel Millennium London, menurut para pejabat Inggris. Litvinenko dikenal sebagai mantan agen KGB dan kritikus Putin yang blak-blakan.

Putin mungkin menyetujui pembunuhan tersebut, sebuah penyelidikan Inggris menyimpulkan pada 2016. Kremlin membantah terlibat.

Penyelidikan yang dipimpin oleh seorang hakim senior Inggris menemukan bahwa mantan pengawal KGB Andrei Lugovoy dan warga Rusia lainnya, Dmitry Kovtun, melakukan pembunuhan tersebut. Aksi itu sebagai bagian dari operasi yang menurutnya mungkin diarahkan oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), pewaris utama KGB yang berdiri di era Soviet.

Litvinenko melarikan diri dari Rusia ke Inggris enam tahun sebelum dia diracun.

Alexander Perepilichny 

Alexander Perepilichny mencari perlindungan di Inggris pada 2009 setelah membantu penyelidikan Swiss terhadap skema pencucian uang Rusia. Kematiannya yang mendadak menimbulkan dugaan bahwa dia mungkin dibunuh.

Pria Rusia berusia 44 tahun itu ditemukan tewas di dekat rumah mewahnya di sebuah kawasan eksklusif di luar London setelah dia keluar jogging pada November 2012.

Polisi Inggris mengesampingkan tindakan curang meskipun ada kecurigaan bahwa dia mungkin dibunuh dengan racun langka. Sidang pra-pemeriksaan mendengar bahwa jejak racun langka dan mematikan dari tanaman gelsemium ditemukan di perutnya.

Perepilichny menikmati semangkuk besar sup berisi coklat kemerah-merahan, hidangan populer Rusia. Rusia membantah terlibat.

Viktor Yushchenko 

Viktor Yushchenko, yang saat itu adalah pemimpin oposisi Ukraina, diracuni selama kampanye pemilihan presiden 2004. Saat itu, ia mencalonkan diri sebagai kandidat pro-Barat melawan Perdana Menteri Viktor Yanukovich yang pro-Moskow.

Dia mengatakan dia diracuni saat makan malam di luar Kyiv dengan pejabat dari dinas keamanan Ukraina. Rusia membantah terlibat.

Tubuhnya ditemukan mengandung dioksin 1.000 kali lebih banyak daripada yang biasanya ada. Wajah dan tubuhnya rusak karena keracunan. Dia menjalani puluhan operasi setelahnya.

Ia memenangkan kursi kepresidenan dalam jajak pendapat ulang setelah Mahkamah Agung Ukraina membatalkan hasil yang menyatakan Yanukovich sebagai pemenang di tengah protes jalanan yang dijuluki “Revolusi Oranye”.

Anna Politkovskaya 

Anna Politkovskaya, seorang jurnalis yang melaporkan pelanggaran hak asasi manusia, ditembak mati di luar apartemennya di Moskow pada 7 Oktober 2006, setelah pulang dari supermarket. Pembunuhan Politkovskaya, ibu dua anak berusia 48 tahun, memicu protes di negara-negara Barat dan menggarisbawahi kekhawatiran akan bahayanya bagi wartawan yang bekerja di Rusia.

(BBS, Tmp/Bobby, Diaz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here