Ada Apa Jokowi-Anies?

0
43 views
Jokowi dan Anies

Presiden Joko Widodo menyinggung nama Sandiaga Uno sebagai tokoh yang berpeluang menjadi presiden pada 2024. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat bertamu di acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Rabu

Spekulasi bermunculan, Salah satunya, Jokowi tengah berupaya meredam popularitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meroket dalam beberapa waktu terakhir. Seperti diketahui, popularitas Anies bahkan membuat sejumlah influencer menggemakan aksi ‘jegal Anies’.

Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo mengatakan bahwa pernyataan Jokowi punya satu isyarat. Jokowi, kata dia, berupaya menggeser sorotan media massa terhadap kinerja Anies yang massif dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, Jokowi tidak mau popularitas Anies terus meroket karena penyelenggaraan Pilpres 2024 masih lama.

“Saat ini spotlight di Anies, Jokowi mau memecah spotlight agar enggak di Anies saja. Dengan langkah ini sedikit banyak meredam popularitas Anies,” kata Kunto saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (16/1).

Kunto menilai langkah ini memperlihatkan bahwa Jokowi cemburu dengan masifnya sorotan media massa terhadap Anies dalam beberapa waktu terakhir. Usai Pilpres 2019 dan penguumuman Kabinet Indonesia Maju, kata dia, Jokowi mulai jauh dari sorotan media.

Sebagai salah satu tokoh yang disukai media massa alias media darling, menurutnya, Jokowi tak mau kinerja Anies di DKI Jakarta mendapatkan sorotan secara terus-terusan.

“Jokowi ini (mulanya) media darling, mungkin agak cemburu ketika Anies yang sekarang jadi media darling. Jokowi masih ingin meninggalkan legacy. Disorot media walau negatif lebih baik dibandingkan tidak sama sekali,” tutur Kunto.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi menilai langkah menyinggung Sandiaga menunjukkan kekesalan Jokowi terhadap Anies yang kerap membantah saat musibah banjir melanda Jakarta di awal tahun ini.

Sebagai orang yang tidak suka berdebat, menurutnya, Jokowi memilih memuji Sandi yang merupakan mantan pasangan Anies memimpinn Jakarta pada 2017 hingga 2018 silam.

“Jokowi tipe orang yang tidak suka rumit, berdebat. Kecenderungannya beliau kesal sehingga mengeluarkan pernyataan itu,” ucap Asrinaldi.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun meyakini bahwa Jokowi memiliki argumentasi kuat dalam menyampaikan yang menyinggung Sandi tersebut.

Namun, menurutnya, pernyataan Jokowi itu memunculkan persepsi di publik bahwa Sandi mamiliki peluang bersaing dengan sejumlah nama potensial lainnya di Pilpres 2024 seperti Puan Maharani atau Anies.

“Sinyal politik untuk warning Puan atau PDIP bahwa ada calon layak jadi presiden namanya Sandiaga Uno,” katanya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan tak menutup kemungkinan Sandi menggantikannya sebagai Presiden pada 2024 kelak.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2019-2022 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta pada Rabu (15/1). Mulanya, kepala negara menyapa Sandiaga sebagai salah satu tokoh senior di HIPMI.

“Yang saya hafal hanya satu Bapak Sandiaga Uno,” ujar Jokowi.

Setelah itu, Jokowi tiba-tiba langsung menyinggung soal calon penggantinya bila sudah tidak menjabat sebagai kepala negara lagi. Ia meminta seluruh peserta acara berhati-hati karena calon penggantinya berada di ruangan itu.

“Hati-hati 2024,” katanya sembari tertawa.

(CNN)/wo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here