Ahli Intelijen, As’ad Said Ali: Operasi Penguntitan untuk Mengetahui Keberadaan Lawan

0
83 views
Ilustrasi kegiatan mata-mata

Jakarta, BarisanBerita.com,- Operasi penguntitan rombongan oleh Tim kepolisian, yang berujung penembakan dan menewaskan enam pengawal Pemimpin FPI. Muhammad Rizieq Shihab, mendapat respon dari Wakil Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali.

Menurutnya, dalam operasi intelijen ada yang disebut misi penjejakan fisik yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan orang yang tengah dipantau.

Petugas polisi yang saat itu membuntuti iring-iringan mobil Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq disebut sedang menjalankan misi tersebut.

“Terjadinya aksi kekerasan antara beberapa anggota Polri dengan FPI di Karawang, mengusik saya untuk berbagi ilmu tentang ‘penguntitan’. Istilah yang lazim dalam dunia intelijen adalah ‘penjejakan fisik’ atau ‘physical surveillance’. Tujuannya adalah untuk mengetahui keberadaan lawan,” ujar As’ad Said Ali dalam akun Facebook-nya, sebagaimana dilansir PikiranRakyat.com, Selasa, (8/12/2020).

Jika target yang dipantau curiga, lanjut As’ad, penjejak bisa membatalkan misi atau menghentikan mobil sembari berpura-pura terjadi kesalahpahaman.

“Kalau lawan curiga, penjejak bisa membatalkan misinya atau menekan lawan untuk menghentikan mobil, tetapi tetap berpura-pura tidak menjejaki yang bersangkutan, misalnya mengatakan ada kesalahpahamanan,” tutur As’ad.

As’ad menilai, jika dalam menjalankan misi penjejakan fisik terjadi kekerasan dan pembunuhan, maka penjejak memiliki misi lain selain memantau target atau petugas melakukan kecerobohan.

“Kalau sampai terjadi aksi kekerasan apalagi pembunuhan, maka misinya bukan surveillance, tetapi ada misi lain atau kecerobohan petugas. Walllahu a’lam,” ucap As’ad.

Oleh karena itu, As’ad mendoakan agar tim penjejak atau petugas di lapangan yang membuntuti iring-iringan mobil Habib Rizieq dapat transparan menjelaskan kasus dengan jernih.

“Semoga tim bisa menjelaskan apa yang terjadi demi ‘kebenaran’. Rakyat enggak usah ikut ikutan, jaga diri dari ancaman Covid-19,” tutur As’ad Said Ali.

Sebagai informasi, As’ad Said Ali menjabat Wakil Kepala BIN selama 11 tahun terhitung dari tahun 2000 sampai 2011.

As’ad Said Ali menjabat sebagai Wakil Kepala BIN dalam tiga jabatan presiden yang berbeda, yakni Abudrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here