Bupati Bogor: Koperasi Jadi Solusi dari Jeratan Rentenir

0
588
Foto Batik Putih : Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab.Bogor.

Bogor, BarisanBerita.com,- Keberadaan koperasi yang sekarang sudah mulai ditinggal karena sudah jarang yang tertarik, justru dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi di era pandemic, terutama permasalahan jeratan rentenir yang marak di tengah masyarakat, demikian disampaikan Bupati Bogor Ade Yasin pada kegiatan silaturahmi pengurus Koperasi Karya Mandiri di Kantor KSU Karya Mandiri, Kemang, Kabupaten Bogor, minggu (4/4/21).

“Di tengah pandemi seperti sekarang ini, disadari ataupun tidak jika koperasi diberdayakan secara konsisten, koperasi bisa menjadi solusi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, karena didalam koperasi ada semangat kebersamaan dan gotong royong”.

Ade Yasin juga mengatakan, kalau pinjam uang ke rentenir, rentenir sih dengan senang hati, mereka pasti dan memang mencari-cari korban, tetapi dampaknya berhutang 500 ribu, harus bayar hariannya besar, membengkak sampai 5 juta karena tak sanggup bayar akhirnya diteror, inilah jahatnya jeratan rentenir.

“Justru dengan koperasi ini lebih mudah, birokrasi nya tidak berbelit-belit, pinjaman tidak harus pakai agunan. Kita juga jadi anggota dan dapat menyimpan uang dengan aman, apalagi KSU Karya Mandiri ini sudah 27 tahun beroperasi, Insyaallah sudah sangat terpercaya”, ujar Ade.

Koperasi seperti ini harus banyak dikembangkan di Kabupaten Bogor, kalau ada hambatan administrasi dalam membentuk koperasi, asalkan memenuhi syarat dan kelayakan, kita akan bantu, kita punya Dinas Koperasi dan UMKM yang tujuannya adalah untuk membantu masyarakat yang mau bergerak di bidang koperasi. Kata Bupati.

“Koperasi adalah praktik paling nyata, demokrasi dapat bekerja dalam ruang hidup keseharian,  koperasi juga terbukti dalam setiap krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara yang kuat justru mampu berfungsi sebagai rompi pengaman masyarakat ketika korporasi swasta kapitalis tumbang”, ujar Bupati.

Ketua KSU Karya Mandiri Atty Somaddikarya mengatakan, keberadaan Koperasi KSU Karya Mandiri ini memang sudah sukses di wilayah Kota Bogor tetapi ada sedikit kesulitan di Kabupaten Bogor karena budaya menabungnya belum bisa menjadi gerakan masyarakat yang bisa melawan pinjaman rentenir.

“Saya sangat peduli di Kabupaten Bogor, banyak sekali kaum perempuan yang memang terlibat hutang secara instan, maka kami terus berupaya untuk membantu, saat ini baru ada 7 ribu anggota, tahun 2024 di Kabupaten Bogor mudah-mudahan bisa mencapai 15 ribu anggota”. paparna.

Atty juga mengatakan, yang hadir pada silaturahmi ini adalah para pengurus, satu pengurus itu basisnya adalah RT/RW, satu RW ini bisa memiliki anggota 100 s/d 250 orang, jadi setiap hari kerjanya door to door untuk menggerakan budaya menabung tapi hanya seribu rupiah, nanti tabungan ini bisa dibelikan sembako pada saat lebaran, misalnya dibelikan daging.

“Jika gerakan ini terus bertumbuh dan dilakukan secara door to door, Insyaallah kebiasaan pinjam ke rentenir akan bergeser, karena mereka beralih memilih budaya menabung. Alhamdulillah, 27 tahun kami berdiri, tidak ada satupun anggota kami yang dirugikan oleh koperasi”, ujar Atty.(ris).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here