Daripada Jadi Korban, Ayo Kenali Gejala Covid-19

0
438 views
Pemerintah Indonesia mengaktifkan lagi pos pelayanan terpadu (posyandu) yang sempat terhenti akibat wabah Covid-19.

Makin meningkatnya orang terpapar covid-19, menjadi tanda tanya, apakah masyarakat tidak tahu betapa bahayanya virus ini? atau memang menganggap enteng.

Dengan kasus positif mencapai total 108.376, kasus di Indonesia terbesar di Asia setelah India yang mencapai 1,6 juta, Pakistan, lebih dari 278.000, serta Bangladesh lebih dari 237.000 kasus.

Di Asia Tenggara, Indonesia mencatat kasus paling tinggi, disusul Filipina lebih dari 85.000, Singapura lebih dari 52.000, Malaysia mendekati 9.000, Thailand 3.000 dan Vietnam yang baru mencatat satu kematian Jumat (31/07).

Jumlah pasien meninggal di Indonesia mencapai 5.131, dan pasien sembuh 65.907 orang.

Sementara itu, kasus positif dunia mencapai lebih dari 17,3 juta dengan pasien meninggal mendekati 674..000, menurut data dari Johns Hopkins University, Jumat (31/07).

Seperti apa gejala serta penyebaran penyakit ini dan bagaimana upaya penyembuhannya?

Seperti dipublish BBC Indonesia, yang merangkum penjelasan dokter di seputar wabah Covid-19.

Gejala virus corona dimulai dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan.

Batuk ini adalah batuk yang terus menerus selama lebih dari satu jam, atau mengalami batuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam.

Biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang untuk menunjukkan gejala, kata para ilmuwan, namun bagi sebagian orang gejalanya lebih lambat terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan masa inkubasi sampai sekitar 14 hari.

Pemerintah Inggris kini telah menambahkan kehilangan daya penciuman atau rasa ke dalam daftar gejala Covid-19 setelah menerima masukan dari para ahli.

Selama beberapa pekan, para dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan di Inggris mengatakan mereka melaporkan keluhan dari berbagai pasien Covid-19 yang merasa kehilangan daya penciuman dan perasa.

“Mereka kini yakin bahwa mendorong orang-orang yang hilang daya penciuman atau perasa untuk mengisolasi diri akan menambah sedikit kasus dan membantu pengendalian penyebaran virus,” ujar juru bicara perdana menteri Inggris.

Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak napas

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus corona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.

Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis.

“Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa selain gejala umum, seperti demam, batuk, dan letih, pengidap Covid-19 bisa merasakan:

  • sakit dan nyeri
  • tenggorokan sakit
  • diare
  • mata merah
  • pusing
  • kehilangan daya penciuman dan rasa
  • ruam pada kulit, atau pudarnya warna kulit pada jari tangan atau kaki

(BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here