You Picked On The Wrong Woman

0
800
You picked on the wrong woman

Barisanberita.com,- Lisa McVey gemetar, tubuhya telanjang, dia kedinginan, dan dia tak bisa melihat apapun karena selembar kain tebal menutup matanya. Dia tahu, dia ada di sebuah  kamar mandi di sebuah motel. Namun dia bersikeras harus bisa bertahan hidup.

Bobby Joe Long sudah lima puluh kali menculik dan memerkosa wanita. Namun kali ini dia salah menculik korbannya. Perempuan yang dia culik bernama Lisa, dan perempuan ini tak mau mati.

Agar bisa selamat, Lisa berusaha menarik simpati Joe dan harus membuatnya percaya bahwa dia adalah perempuan yang menyukai Joe.

Peristiwa tragis ini dimulai ketika gadis bertubuh kecil mungil dan usianya baru saja beranjak 17 tahun, menaiki sepedanya menuju arah pulang. Lisa baru saja selesai bekerja di sebuah café.

Seorang pria menghampiri dan merenggut tubuh Lisa, lalu memaksanya untuk masuk ke dalam mobil. Pria itu, Bobby Joe Long, pembunuh berantai yang menghabisi nyawa delapan wanita korbannya di Tampa, Florida.

Para korban

Peristiwa mengerikan itu membuat polisi membentuk tim pemburu untuk menangkap si pelaku, namun belum berhasil, dan Lisa menjadi korban Joe yang ke-9. Dalam waktu 26 jam, gadis ini menjadi korban kekejaman dan nafsu bejat Joe. Dia dipukul dan diperkosa berkali-kali.

Namun Lisa belum mau mati dan dia tak ingin mati. Dengan tenang dia membujuk si pemangsa untuk melepaskannya. Lisa berusaha mencari tahu ciri-ciri si pelaku, termasuk seperti apa bentuk wajahnya. Siapa tahu, kata Lisa dalam hati, petunjuk itu akan membantu polisi menangkap si “binatang buas” ini. Itupun kalau dirinya masih bisa hidup.

Petunjuk yang Lisa dapatkan nanti akan mempercepat proses polisi menangkap Joe, serta mengakhiri teror yang dilakukannya.

Kapten Polisi Garry Terry dari Kota Hillsborough, tempat peristiwa ini terjadi, mengatakan jika tidak segera menangkap Joe, pihaknya tak tahu bakal berapa banyak lagi korban yang jatuh ke tangan si penjahat sadis ini. Berkat Lisa banyak calon korban lain yang bisa diselamatkan hidupnya.

Kasus penculikan dan pembunuhan di Tampa membuat kota itu jadi menakutkan. Peristiwa di tahun 80-an tersebut menjadi perhatian nasional.

Tampa menjadi ladang pembantaian sejumlah  perempuan muda. Selama tujuh bulan pada November 1984, Polisi menemukan delapan mayat wanita yang tubuhnya dimutilasi.

Korban pertama bernama Lana Long, 20 tahun, seorang penari. Mayatnya ditemukan tergeletak dengan wajah menghadap tanah. Tubuhnya tak berpakaian.

Tangan Lana diikat ke belakang. Sebuah tali mengikat lehernya, dan pahanya patah. Dua minggu kemudian polisi mendapat laporan ditemukannya lagi mayat perempuan. Korban bernama Michelle Simms, 22 tahun, lehernya tergorok.

Sejumlah petunjuk di mayat Michelle persis sama dengan Lana. Polisi kemudian menyimpulkan pelaku adalah pembunuh berantai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here