Gegara Sepotong Jagung

0
186
Ilustrasi

Jakarta, BarisanBerita.com,- Suhu politik semakin panas dan mulai menyeret sejumlah aktivis masuk jeratan di dalamnya.

Salah satu aktivis yang kini mendapat getah dari aksinya adalah Ketua BEM UI, Melki Sadek Huang.

Status Melki kini dinonaktifkan oleh pihak universita karena dianggap melakukan kekerasan seksual.

Adapun penonaktifan Melky ini ramai dibahas di media sosial X dan dikaitkan dengan isu kekerasan seksual. Melky menepis isu kekerasan seksual tersebut. Dirinya juga belum menerima surat pemanggilan terkait kasus itu.

“Sampai hari ini saya yakin nggak pernah melakukan hal tersebut. Saya juga belum pernah dapat surat pemanggilan ataupun penjelasan dari pihak-pihak yang ada,” kata Melki saat dihubungi, Selasa (19/12/2023).

Sebelumnya, Ketua BEM UI ini ikut terjun demo bersama puluhan mahasiswa dari berbagai daerah dalam aksi mimbar bebas di depan Balai Kota Solo, Senin (18/12) sore, seperti dilansir detik.com.
Dalam aksinya para peserta menggenggam jagung di tangan mereka sebagai simbol demokrasi yang masih seumur jagung.

Koordinator aksi, Raafila Anbiya menyatakan jagung tersebut sekaligus mengingatkan agar demokrasi yang masih muda harus dijaga oleh semua pihak. Sayangnya, lanjut Raafila, demokrasi di Indonesia justru semakin lemah selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ia menyinggung keterlibatan anggota keluarga Jokowi di pemerintahan. Terutama dua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Gibran maju sebagai cawapres di Pemilu 2024 mendampingi Prabowo Subianto setelah Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan gugatan nomor 90. Buntut putusan tersebut, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mencopot jabatan Ketua MK dari Anwar Usman yang juga paman Gibran. Ia dinilai membiarkan adanya intervensi pihak luar di lingkungan MK.

“Kita melihat ternyata dari tahun ke tahun menuju Pemilu hari ini keluarga Jokowi ingin berkuasa. Kemarin beredar rumor Kaesang ingin jadi gubernur Jateng juga,” katanya.

(BBS/Diazz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here