Indahnya Keberagaman Dalam Persatuan Hakiki

0
954
Ilustrasi Persatuan

Oleh: Azimah ummu zaidan

Keberagaman di negeri kita sangatlah  luas mulai dari ras, suku, agama,bahasa, adat istiadat hingga warna kulit. Dengan potensi keberagaman itu menjadikan Indonesia sebagai negara majemuk dan maju dalam mewujudkan pembangunan Negeri.

Mengutip Kemdikbud RI, potensi Indonesia menjadi negara maju meliputi potensi lokasi, potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, dan potensi sumber daya budaya beserta upaya pemanfaatan keempat potensi tersebut.

Bali, 9 November 2020 — Dalam kunjungan kerja ke Bali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menemukan semangat para pegiat budaya masih melaksanakan aktivitas budayanya di tengah pandemi Covid-19. Mereka masih bisa melakukan berbagai macam acara virtual kebudayaan serta pengenalan budaya kepada anak-anak dan masyarakat.

“Saya melihat dedikasi masyarakat untuk menjaga kelestarian ini, bagi saya sangat luar biasa. Walaupun di tengah krisis, mereka masih melaksanakan aktivitas seninya, masih menjaga fasilitas, dan terus menjaga aset budaya Indonesia,” ujar Mendikbud di Museum Arkeologi Gedong Arca, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Senin (9/11/2020).

Menurut Mendikbud, keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang mampu membangkitkan perekonomian pascapandemi melalui pariwisata. Mendatang, akan banyak wisatawan asing yang datang berkunjung karena ingin mengenal dan mendalami keunikan budaya Indonesia seperti yang ada di Bali.

Namun sayang, di tengah keberagaman saat ini di negeri kita masih banyak terjadi konflik antar suku, agama, dan ras. Lalu mengapa potensi keberagaman di negeri kita memicu pertikaian, perselisihan bahkan mewujudkan kemajuan ekonomi hanya merupakan khayalan semata?

Kekuatan Indonesia terletak pada persatuan karena dengan kekuatan inilah para Pahlawan di negeri kita mampu untuk menghentikan penjajahan barat. Namun sayang kekuatan itu sirna, ditengah konflik perpecahan dalam keberagaman. Persatuan yang mengikat para Pahlawan Islam adalah berdasarkan spirit Islam. Maka atas dasar spirit itulah sejengkal tanah, aset-aset sumber daya kekayaan alam Indonesia tidak akan pernah dibiarkan untuk dirampas dan diinjak-injak oleh penjajah dari bumi Pertiwi ini.

Atas dasar spirit inilah upaya untuk memecah belah umat dapat dicegah dengan segenap tenaga diperjuangkan demi menciptakan persatuan umat. Lihatlah spirit itu telah sirna dan menjadi terbalik sehingga yang terwujud saat ini bukan spirit Islam tetapi spirit materi alias kepentingan duniawi demi memuluskan cita-cita asing bukan untuk umat. Sehingga konflik berkepanjangan bahkan penderitaan umat merajalela.

Prinsip ikatan yang hakiki dan dapat mewujudkan persatuan umat hingga kesejahteraan umat adalah ikatan yang berasaskan aqidah islam. Segala keberagaman akan diatur sesuai Fitrah manusia. Dalam surat Al Hujurat ayat 13 Allah berfirman:


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Dalam ikatan yang hakiki maka prinsip dasar Islam yang mulia telah mampu menyatukan suku Aus dan Khazraj dalam pertikaian berabad-abad sehingga menjadikan 2 suku tersebut bersinergi dalam membangun peradaban Islam yang gemilang.

Spirit Islam dalam bingkai aturan Islam mencegah dan menjauhkan bentuk diskriminasi atas agama minoritas. Agama selain islam diatur dengan membolehkan mereka beribadah sesuai agama masing-masing namun negara mempunyai kewajiban untuk mendakwahkan islam tanpa memaksa mereka untuk masuk islam. Sehingga masuknya kaum non muslim dalam islam berdasarkan kesadaran penuh akan hubungannya dengan Allah bukan paksaan. Sementara untuk hak sandang, papan, pangan, pendidikan, kesehatan dan keamanan semuanya dijamin negara islam tanpa membedakan agama mereka.

Persatuan kaum muslim dalam ikatan yang hakiki yakni ikatan ideologi islam mampu menghentikan upaya perampasan secara rakus atas aset sumber daya alam yang menjadi milik kaum muslim. Rasulullah bersabda:

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ

”Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad).”

Segala kepemilikan individu, umum, negara diatur berdasarkan aturan islam. Negara tidak akan membirkan hak milik umat islam dikuasai oleh kaum penjajah asing dan segala pengelolaan harta kekayaan milik umum akan dikelola oleh Negara Islam serta hasilnya akan diserahkan untuk seluruh kemaslahatan kaum muslim.

Walhasil keberagaman dalam persatuan Islam akan mampu merealisasikan kesejahteraan umat dan membangun peradaban islam yang gemilang dalam bingkai aturan islam. Segala perpecahan, pertikaian, perbedaan dapat dipecahkan dengan prinsip aqidah islam.

Wallahu a’lam bis-showab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here