Inggris Negara Pertama Terima Vaksin Buatan Pfizer

0
832
Perusahaan Pfizer

Paket vaksin virus corona hasil kolaborasi perusahaan farmasi Pfizer-BioNTech tiba di Inggris, Kamis (03/12). Vaksin ini diproduksi di Belgia dan dikirim melalui Terowongan Channel, sebuah jalur kereta bawah air yang menghubungkan Prancis dan Inggris.

Otoritas Inggris menempatkan vaksin ini di pusat penyimpanan yang mereka rahasiakan.

Dalam waktu dekat, vaksin ini akan didistribusikan ke berbagai rumah sakit di seluruh Inggris yang menjadi pusat program vaksinasi.

Pemerintah Inggris memesan 40 juta dosis vaksin. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk 20 juta orang.

Gelombang pertama vaksinasi, menurut Wakil kepala urusan medis untuk pemerintah Inggris, Jonathan Van-Tam, akan mencegah kasus baru dan kematian akibat Covid-19 di rumah sakit.

Kepada BBC News, Van-Tam menyebut perkiraan itu akan terwujud jika dua syarat terpenuhi, yaitu semua orang dalam daftar prioritas menjalani vaksinasi dan vaksin itu terbukti efektif.

Van-Tam berkata, distribusi vaksin secara cepat dan dalam jumlah besar akan menjadi kunci sukses. Namun dia menilai perlu ada fleksibilitas dalam program vaksinasi itu.

Urutan warga Inggris yang akan mendapatkan vaksin diputuskan pemerintah setelah mempertimbangkan rekomendasi Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI).

Lansia dan para pekerja di panti jompo ditempatkan pada urutan teratas daftar prioritas, disusul orang di atas 80 tahun serta staf kesehatan dan perawatan sosial.

Vaksinasi gelombang pertama diperkirakan akan dilakukan di rumah sakit. Alasannya, rumah sakit sudah memiliki tempat penyimpanan vaksin bersuhu -70 celsius.

Vaksinasi pertama di rumah sakit akan menargetkan staf panti jompo, petugas medis dan pasien Covid-19. Salah satu pertimbangannya adalah untuk meminimalkan risiko pemborosan dosis.

“Jika kami bisa melalui gelombang vaksinasi pertama dan vaksin ini terbukti sangat efektif, maka secara teori kami bisa mengatasi 99% pasien rawat inap dan yang berpotensi mengalami kematian,” kata Van-Tam.

“Itulah dasar kami menyusun daftar penerima vaksin pertama, itulah target utama kami,” ujarnya.

“Proses yang berlangsung di AS membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang terjadi di Inggris. Itulah faktanya. Saya tidak bermaksud menyiratkan kecerobohan apapun meski yang dipahami justru seperti itu,” kata Fauci.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan distribusi vaksin gelombang pertama akan dilakukan pekan depan. Beberapa juta dosis, kata dia, juga akan dikirim ke berbagai rumah sakit sepanjang Desember.

Namun sebagian besar vaksin baru akan didistribusikan ke seluruh penjuru Inggris tahun depan.

Menurut pimpinan badan layanan kesehatan Inggris (NHS), Sir Simon Stevens, gelombang pertama vaksinasi akan selesai sekitar April 2021.

Vaksin virus corona ini tiba di Inggris tak lama setelah negara itu menjadi yang pertama di Eropa yang melampaui 60.000 kematian akibat Covid-19.

Menurut catatan resmi, sebanyak 414 kematian terjadi Kamis kemarin sehingga total yang meregang nyawa akibat penyakit ini di Inggris mencapai 60.113 orang.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Boris Johson, memperingatkan khalayak agar tidak “terbawa oleh optimisme yang berlebihan” setelah negara itu menyetujui penggunaan vaksin virus corona.

Johnson mengatakan langkah itu bukan berarti “perjuangan kita telah berakhir”. Ia juga menambahkan bahwa sebagian kegiatan ekonomi masih akan menghadapi pembatasan yang ketat.

Wakil kepala petugas medis Inggris, Jonathan Van-Tam, meminta agar publik sabar dengan penyelenggaraan imunisasi massal vaksin Pfizer/BioNTech, yang akan dimulai pekan depan.

Sementara, warga penghuni panti jompo harus menunggu karena adanya tantangan logistik penyebaran vaksin.

Dalam konferensi pers di Downing Street, Johnson mengatakan keputusan untuk menyetujui vaksin Pfizer oleh regulator MHRA datang di tengah “tantangan logistik yang sangat besar” untuk menyebarkan vaksin bagi kelompok-kelompok rentan.

Vaksin tersebut harus disimpan pada suhu -70C dan disimpan dalam kemasan yang masing-masing berisi 975 dosis.

Setiap orang yang menerima vaksin itu perlu mendapatkan dosis kedua 21 hari kemudian untuk menerima efektivitas perlindungan secara penuh.

(BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here