Kisah Spionase: Terbangnya Sang Elang

0
123
Ilustrasi

BarisanBerita.com,- Kehebatan Wakil Direktur Senior Badan  Intelijen Iran (VEVAK), Jenderal Ali Reza Asgari, adalah mampu mengingat seluruh dokumen yang dia pelajari hanya dalam sekali baca. Dan dia tahu bakat hebatnya itu bakal menjadi aset berharga.

Jenderal Ali Reza Asgari

Di dunia intelijen, karir Asgari terus menanjak dan Dia menjadi salah satu tokoh andalan pemerintah Iran dalam menjaga keamanan di dalam serta luar negeri.

Pada pada 11 Desember 2006, posisi Asgari ada di dalam pesawat Iran Air 737 tujuan Shiraz, tanah kelahiran sang jenderal. Namun, sejak itu Asgari tak lagi diketahui keberadaannya—Dia menghilang.

Sejak dipimpin Imam Khomeini, Iran menjadi sasaran pihak Amerika dan sekutunya karena dianggap akan mempengaruhi negara tetangga sekitarnya. Kemampuan Iran ditunjukan dengan memberi bantuan senjata ke pihak Shia di Irak paska Saddam Hussein dilengserkan.  Penyaluran senjata diselundupkan via laut.

Untuk membendung pengaruh itu, Inggris segera bertindak dengan mengerahkan patroli  Angkatan Lautnya. Insiden pun terjadi dengan ditahannya tentara Inggris karena dianggap melanggar batas laut Iran. Upaya diplomatik pun dilakukan hingga akhirnya tentara Inggris dibebaskan. Di situ ada peran Asgari yang menyarankan solusi tersebut.

Di sisi lain, Badan Intelijen Iran, VEVAK, sama seperti badan intelijen lainnya memiliki aliran dana tak terbatas, sehingga mereka bisa merekrut sebanyak mungkin agen mata-mata, termasuk di luar negeri.

Rezim Iran dengan kerahasiaannya mulai ditakuti negara sekitar. Negara ini diam-diam melakukan upaya memiliki senjata nuklir. Kondisi tersebut mencemaskan Israel yang menjadi musuh utama negeri Mullah.

Jika dibiarkan, nuklir Iran akan membuat ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah. Amerika dan Inggris dan Israel pun memasang alarm waspada pada keadaan tersebut, termasuk rencana menyerang negara Shia tersebut.

Di depan ancaman negara-negara besar itu, peran Asgari menjadi sangat penting karena dia dianggap tahu banyak lokasi-lokasi rencana produksi nuklir Iran.

Asgari juga tahu rencana Amerika menyerang Iran dengan meluncurkan senjata Tomahawk dari kapal selamnya. Lalu mengerahkan bom dari pesawat pembom B2 Stealth.

Rencana pemboman dibantu Israel, dan negara sekutu di Eropa termasuk Jerman.

Perencanaan serangan diadakan di kantor Kementerian Pertahanan Inggris yang dipimpin Jenderal Sir Michael Walker. Namun hasil pertemuan terebut tidak klimaks karena dibatalkan dengan melihat dampak sesudahnya. Penyerangan akan membahayakan posisi 8.500 tentara Inggris yang berada di Irak, lalu terganggunya produksi minyak dunia, dan meningkatnya aksi bom bunuh diri ke Israel. Dampak lainnya adalah masuknya China dan Rusia untuk berkonfrontasi dengan pihak Barat.

Asgari tahu pembatalan tersebut, namun tak banyak pihak tahu hal itu. Koran Inggris The Daily Telegraph yang biasanya peka pun tak memberitakan pembatalan penyerangan ke Iran. Asgari tak tahu pasti apakah semua ini bagian dari rencana badan intelijen Inggris MI6.

Asgari menata karirnya saat dia berusia dua puluh tahun. Paska jatuhnya pemerintahan rezim Shah Pahlevi, dia melamar ke badan intelijen dan diterima. Karirnya menonjol dengan berhasil menangkap sisa-sisa pejabat teras badan intelijen Iran di masa rezim terdahulu.

Tahun 1983 Asgari dipromosikan sebagai Direktur Senior VEVAK untuk divisi luar negeri. Dia kemudian ditugaskan ke Libanon untuk membantu kelompok Hizbullah.

Hal pertama yang dilakukan Asgari adalah memerintahkan Hizbullah menculik orang asing. Korban pertama adalah Direktur CIA di Libanon, William Buckley.

Buckley diculik dari apartemennya di Beirut Barat pada 16 Maret 1984. Orang penting CIA ini lalu mengalami siksaan kejam hingga akhirnya mati. Hizbullah mengumumkan kematian Buckley pada 3 Juni 1985.

Tak cuma di situ, Asgari lalu mengajarkan sekondannya teknik mengincar sasaran dan merakit bom yang efektif. Percobaan pemboman dilakukan di Beirut. Sasarannya sebuah gedung yang berisi tentara marinir Amerika.

Asgari menjadi tutor untuk pembuatan bom yang bisa menghancurkan gedung tersebut. Hasilnya, lebih dari 200 tentara Amerika tewas mengenaskan.

Sang jenderal juga memiliki hubungan erat dengan para elit Hizbulah dan Hamas. Dia dipercaya sebagai perwakilan pemerintah Iran.

Paska keberhasilannya mengembangkan kelompok keras Hizbullah, pemerintah Iran menghadiahi Asgari kenaikan pangkat. Pria berewok itu diangkat sebagai Wakil Deputi VEVAK bidang luar negeri.

Di sisi lain, penetrasi Amerika, Inggris dan Israel makin dalam. Mereka ingin menyabotase upaya Iran mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mencium upaya penyusupan agen intel asing, lalu dia memerintahkan Asgari mencari si pengkhianat di antara ratusan ilmuwan yang bekerja di situs nuklir.

Perlahan tapi pasti, rezim Ahmadinejad akhirya mencium sosok yang selama ini menjadi orang dalam kuda Trojan ternyata adalah Asgari.

Tahu dirinya bakal dihilangkan, Asgari yang ternyata merupakan binaan MI6 Inggris, minta diselamatkan. Dia juga minta jaminan agar Amerika tak menuntutnya terkait penculikan William Buckley dan pemboman ratusan marinir. Permintaan disetujui dengan syarat dia harus mengungkap seluruh informasi tentang nuklir Iran.

Langkah pelarian dilakukan dengan mendahulukan istri dan anak Asgari ke luar negeri, baru kemudian menyusul sang agen. Setelah itu Asgari menghilang tanpa jejak.

Badan intelijen Inggris, Amerika dan Israel tak bisa menahan senyum melihat peristiwa ini karena mereka berhasil menjadikan Asgari sebagai aset paling berharga.

Sementara, Iran menuduh pihak Barat telah menculik Jenderal Asgari dan menganggap nyawanya telah dilenyapkan.

Sumber: Secret War by Gordon Thomas

Penerjemah Bebas: Diazz, Bobby

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here