Mayday…Demokrat

0
1669
AHY dan pengurus Demokrat

* Mayday adalah sinyal tanda bahaya atau SOS standar internasional yang digunakan dalam komunikasi radio, berasal dari bahasa Prancis m’aidez yang berarti “tolong aku”. Wikipedia

Jakarta, BarisanBerita.com,- Perpecahan di Demokrat makin parah paska pemecatan tujuh tokoh pentingnya.

Satu persatu mantan elit partai membuka “buruk rupa” kendaraan yang pernah mereka naiki itu, termasuk kemarahan atas terpilihnya AHY sebagai Ketua Umum, yang dianggap tak sesuai prosedur.

Perubahan kepengurusan partai dituding jadi biang kerok, terlebih banyak tokoh senior dilepas dari jabatan yang lama mereka genggam.

Salah satu tokoh senior yang dipecat adalah Jhoni Allen Marbun.

Pria asal Sumatera Uara ini pun membuka sejumlah persoalan besar di bekas partainya itu.

Menurut dia, partai berlambang bintang Mercy itu kini sudah menjadi dinasti Cikeas.

Johni menyebut, Kongres V Partai Demorkat yang mengukuhkan AHY merupakan hasil rekayasa sang ayah, SBY.

“Kongres V 15 Maret 2020, di Senayan, Jakarta. Kembali SBY merekayasa tata cara kongres tidak sesuai sebagaimana mestinya,” kata Jhoni dalam video yang diterima merdeka.com, Minggu (28/2/21).

Dalam Kongres V itu, ungkap Jhoni, tidak ada pembahasan dan tata tertib acara. Seharusnya membahas syarat dan tata cara pemilihan ketua umum. Laporan pertanggungjawaban dari SBY sebagai ketua umum saat itu juga tidak ada.

Malah setelah SBY berpidato, peserta Kongres yang tidak punya hak suara diusir dari area. “Setelah pidato Ketua Umum SBY, peserta Kongres yang tidak punya hak suara diusir keluar dari arena Kongres,” kata Jhoni.

Jhoni bilang, seharusnya semua peserta Kongres memiliki hak suara. Itu dapat digunakan saat pemilihan ketua umum atau perbedaan pendapat.

SBY, ia tuding, mendesain seluruh ketua DPD mendeklarasikan AHY sebagai ketua umum.

“SBY mendesign seluruh ketua-ketua DPD seluruh Indonesia untuk medeklarasikan AHY sebagai ketua umum. Itulah yang mereka sebut aklamasi,” kata dia.

Karena itu, Jhoni menilai, AHY menjadi ketua umum tidak pernah berupaya mendaki ke puncak. AHY juga tidak tahu caranya turun gunung sehingga harus SBY yang menghadapi isu kudeta belakangan.

“Makanya AHY berada di puncak gunung, tapi tidak pernah mendaki. Oleh sebab itu, AHY selaku ketua umum tidak tahu cara turun gunung, sehingga bapaknya SBY yang saya hormati menjadi turun gunung. Inilah yang saya sebut krisis kepemimpinan,” kata Jhoni.

(BBS, Mdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here