Secret Files: Kennedy Killed Marilyn Monroe

0
2,076 views
Marilyn Monroe

BarisanBerita.com,- Seolah tahu dirinya akan meninggalkan dunia yang fana ini, Marilyn Monroe berpesan pada Allan “Whitey” Snyder, asisten make-upnya, “Jika aku tiada nanti, jangan biarkan orang lain menyentuh wajahku, kecuali kau, Whitey.”

Whitey masih ingat bagaimana dirinya menerima hadiah dari Monroe, sebuah hiasan dari emas dengan tulisan terukir:

Untuk Whitey Tersayang

Saat aku masih hangat (hidup-red)

Monroe

Setelah itu sang aktris ditemukan tewas di rumahnya.

Kematian Marilyn Monroe hanya dihadiri segelintir orang, kerabat dan mantan suaminya, Joe DiMaggio.

Joe DiMaggio tak membiarkan banyak lagi yang datang di hari berkabung itu. Dia terlalu mencintai Monroe.

Saat peti mati akan ditutup, Joe berdiri dan memandang jenazah mantan istrinya dengan lama. Sahabat Monroe, Eunice Murray ingat bagaimana wajah almarhumah terlihat tenang seperti bayi yang tertidur lelap.

Joe menundukan tubuhnya dan mencium kening almarhumah sambil berucap, “Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.”

Kepergian Monroe begitu menyakitkan untuk mereka yang menyayanginya.

Pembunuhan

Mantan suami Monroe, Joe DiMaggio, saat melepas kepergian sang mantan istri, mengatakan bahwa kematian Monroe ada kaitannya dengan Kennedy.

Teori tentang adanya konspirasi di balik kematian tragis bintang sensual itu masih terus menjadi perdebatan. Sebuah buku berjudul Bombshell: The Night Bobby Kennedy Killed Marilyn Monroe by Mike Rothmiller and Douglas Thompson, mencoba mengungkap kejadian sebenarnya.

Jenazah Monroe ketika ditemukan di kamarnya

Dari dokumen paling rahasia milik Kepolisian Los Angeles (LAPD), disebutkan bahwa nama Bobby Kennedy, adik Presiden John F Kennedy (JFK), ada dibalik kematian Monroe. Seorang aktor Hollywood pun disebut ikut menyaksikan bagaimana komplotan yang dipimpin Bobby “menidurkan” Monroe untuk selamanya.

Meski sulit dipercaya, namun dokumen paling rahasia milik LAPD itu menyebut bukti-bukti yang ada di dokumen tersebut sulit untuk diabaikan. Keterlibatan aktor Peter Lawford, yang ikut menjadi saksi dan mengaku melihat proses pembunuhan, menjadikan pengungkapan kasus ini masuk kategori kredibel alias bisa dipercaya.

Hampir telanjang

Ketika Marilyn Monroe mengejutkan Amerika dengan hadir di perayaan ulang tahun Presiden Kennedy, pada Mei 1962, wanita yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan klan Kennedy itu memakai baju tipis yang hampir membuatnya terlihat telanjang.

Usai mengucapkan selamat ulang tahun dengan nada merangsang, Monroe yang terlihat mabuk langsung dipapah Peter Lawford ke luar panggung. Media massa saat itu menyebut kata-kata Monroe sebagai “ucapan cinta untuk presiden yang langsung disaksikan oleh 40 juta penonton”.

Usai penampilan yang menghebohkan itu, Monroe langsung menuju ke salah satu penthouse (kamar mewah) yang disediakan seorang Bos Hollywood. Monroe berdansa sebanyak lima kali dengan Presiden JFK.

Monroe cukup lama bersama JFK di kamar itu. Dia lalu pergi dengan menggunakan elevator pribadi menuju Hotel Carlyle, yang persis berada di samping gedung tempat mereka bertemu. Setelah itu Monroe kembali ke rumahnya di California.

Peter Lawford yang menikahi adik JFK, Pat, besoknya menelepon Monroe dan mengirim pesan tak ramah: Monroe dilarang hadir lagi di lingkungan Kennedy. Dia tidak boleh bertemu JFK lagi, dan jangan coba-coba menghubungi sang Presiden.

Dibunuh

Usai pesan mengejutkan tersebut, kurang dari tiga bulan kemudian Monroe ditemukan tewas. Berbagai pertanyaan muncul atas kematiannya, dan sebagian orang menganggap wanita itu bunuh diri. Namun 60 tahun kemudian publik Amerika curiga bahwa wanita cantik itu sebenarnya dibunuh. Spekulasi tentang misteri penyebab kematian Monroe terus berseliweran di tengah masyarakat.

Lalu munculah mantan polisi LAPD, Mike Rothmiller yang memutuskan mengungkap fakta sebenarnya tentang kematian Monroe. Dia menemukan dokumen berupa fakta tentang peristiwa yang menewaskan wanita cantik tersebut. Mantan polisi ini mengatakan dokumen yang dia temukan menunjukan bahwa Marilyn Monroe tewas dibunuh dengan tujuan melindungi klan Kennedy.

Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata adik presiden, Jaksa Agung Robert “Bobby” Kennedy adalah pelaku utama yang menaruh racun pada minuman Monroe, sementara Peter Lawford hanya berdiri kaku menyaksikan iparnya melakukan kejahatan tersebut.

Rothmiller lalu menghubungi Peter Lawford dan memperlihatkan dokumen tersebut. Ipar JFK itu langsung lemas, dan mengakui pembunuhan tersebut. Itu terjadi 20 tahun lalu. Namun cerita tentang pengakuan Peter itu disimpan rapat hingga 40 tahun kemudian karena saat itu Kennedy masih sangat berkuasa.

Mike Rothmiller menyimpan rahasia itu lebih dari satu dekade, dia takut keselamatan jiwanya terancam. Beberapa polisi senior bisa saja mengintimidasi dia dan keluarganya. Selama empat puluh tahun pula Rothmiller masih merasa gemetar untuk mengungkap rahasia pembunuhan tersebut. Dia menyimpan dengan ketat dokumen tentang peristiwa mengerikan itu, di tempat yang aman.

Disemangati Nancy istrinya, Rothmiller lalu berani mengungkap kasus tersebut. Dunia harus tahu kebenaran soal kejadian itu. “Jika saat itu saya membawa bukti-bukti ke pengadilan, yang bakal terjadi adalah saya yang akan dihukum,” katanya.

Rothmiller mengklaim bahwa bukti yang dia pegang merupakan rahasia paling akurat dan nilainya setara dengan keselamatan jiwanya. Rothmiller hampir saja kehilangan nyawanya karena berusaha membongkar kasus kematian Marilyn Monroe.

Mantan polisi itu mengaku pada tahun 1982, seminggu setelah pengakuan Peter Lawford kepada dirinya, seorang pengendara sepeda motor menembaknya. Bagian belakang tubuh Rothmiller tertembak dan merusak bagian sarafnya sampai sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here