Masalah Personal Branding di Demokrat

0
1163
Ilustrasi

Jakarta, BarisanBerita.com,- Salah satu pendiri Partai Demokrat Hengky Luntungan, mengatakan tak ada figur yang bisa “dijual” di dalam Demokrat.

Hal tersebut dikatakannya menanggapi kisruh dalam partai berlambang mercy tersebut, seperti dikutip dari wawancara dengan radio Elshinta, Minggu (7/2/2021). “Tak ada sosok yang bisa di jual dari dalam Demokrat,” katanya.

“Manajemen partai hancur makanya dilemparlah isu soal kudeta. Dan playing victim sekali lagi dipakai untuk mencari perhatian,” ungkap Hengky Luntungan.

Kejatuhan Demokrat, tambah Hengky, yang hanya memperoleh sekitar tujuh persen suara pada Pemilu lalu, menjadi pertanda perlunya pembenahan di internal partai.

Soal tak ada sosok yang bisa menarik simpati pemilih nanti, kata Hengky, akibat terlalu ikut campurnya “Cikeas” dalam pembentukan pengurus partai.

Di sisi lain, personal branding atau sosok yang menjadi daya Tarik partai, memang sulit diperoleh Demokrat, apalagi tingkat elektoral AHY yang masih jauh dari harapan.

Menurut pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai wajar apabila AHY sepi peminat. Menurut dia, sosok AHY sendiri memang tidak menjual. “Dari survei, persepsi publik terhadap AHY adalah anak SBY, mantan calon gubernur DKI, mantan militer. Khususnya soal anak SBY, kalau hanya mengandalkan kharisma SBY saja, maka sulit orang mengenal siapa AHY,” ujar Hendri beberapa waktu lalu.

AHY, menurut Hendri, memang cukup populer, meski elektabilitasnya masih sangat rendah. Namun, faktor popularitas itu sendiri bukan berorientasi pada politikus atau calon pemimpin.

Dengan gaya AHY yang terkesan elitis, Hendri berpendapat persepsi publik lebih mengarahkan bahwa AHY adalah seorang selebritis. “Yang saya takutkan dengan apa yang dilakukan saat ini, AHY justru sedang menapaki alur karier sebagai selebritis, bukan karier sebagai politikus atau calon pemimpin,” ujar Hendri.

Hendri menyarankan, AHY lebih luwes lagi dalam bergaul di dunia politik. Tidak hanya dengan internal di Partai Demokrat, AHY disarankan bergaul juga dengan politisi muda di luar partainya. Hanya dengan komunikasi yang luwes itulah sosok AHY lama kelamaan akan memiliki karakter dan terpisah dengan kharisma sang ayah.

(BBS/Febri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here