Melihat ISIS Paska Kematian al-Baghdadi

0
17 views
Pasukan ISIS

Di bawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdad, kelompok jihadis yang menyebut diri mereka negara Islam atau ISIS berkembang dari kelompok pemberontak menjadi kelompok militan paling tangguh dan ditakuti di dunia. Kekuatan mereka tersebar dari Afrika hingga Australasia.

Kini sepeninggal Baghdadi, kelompok ini harus mencari cara untuk beradaptasi.

Pergantian cepat

Saat ini sisa-sisa kepemimpinan ISIS akan punya waktu lama untuk melakoni perencanaan.

ISIS perlu memperlihatkan daya tahan dan tanda-tanda kepada pengikutnya bahwa mereka tidak terjerembab akibat kehilangan figur yang sangat terkemuka seperti al-Baghdadi.

Mereka sudah menyebutkan nama pemimpin baru Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi, yang digambarkan oleh ISIS sebagai “figur terkemuka dalam berjihad”.

Syarat bagi pemimpin ISIS tentu saja kesetiaan yang tak perlu disangsikan, kemampuan yang sudah terbukti untuk membuat rencana strategis, predikat keagamaan, pengalaman tempur lapangan, serta reputasi untuk menegakkan hukuman yang keras.

ISIS sendiri merupakan campuran aneh yang terdiri dari jihadis yang ultra-konservatif serta bekas anggota militer dan aparat intelijen mendiang Presiden Saddam Hussein – yang dikenal sebagai pengikut partai Baath atau Baathist.

Baathist ini menyediakan senjata, alat peledak, informasi intelijen dan perencanaan, karena merekalah yang paling tahu soal Irak. Sementara itu para jihadis membawa fanatisme dan sukarelawan pelaku bom bunuh diri.

Diduga, pengganti Bagdhadi ini memiliki hubungan yang kuat dengan kedua kelompok itu. Meski demikian, beberapa saat, ISIS akan tetap merasakan akibat dari kehilangan Baghdadi.

Ketika para jihadis di seluruh dunia membai’at (menyatakan sumpah setia) kepada ISIS, banyak yang menyampaikan sumpah kesetiaan kepada Baghdadi secara personal dan menyebutnya sebagai “Kalifah Ibrahim”.

Ia hanya dua kali muncul dalam video, tetapi ia mampu menyelimuti dirinya dengan kemilau otoritas keagamaan.

Ia mengaku diri sebagai keturunan Quraish, suku Nabi Muhammad dan mendeklarasikan “kekhalifahan” dari dalam Mesjid Agung Mosul, yang kemudian ia perintahkan untuk diledakkan.

Penggantinya Abu Ibrahim, diduga kuat juga berasal dari suku Quraishi.

Faktanya, Baghdadi adalah seorang pemerkosa berantai dan ia memperkosa Kayla Mueller, pekerja kemanusiaan asal Amerika yang ditangkap ISIS, serta memimpin pemenjaraan terhadap perempuan dan remaja Yazidi – tetapi hal ini tak pernah dipersoalkan oleh para pengikutnya.

(BBC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here