Meraup Cuan dari Film Esek-Esek

0
346
Ilustrasi

BarisanBerita.com,- Industri film porno sangat cepat meraup untung dibanding film bergenre lain. Di Amerika dan Jepang, film porno mampu menghasilkan laba luar biasa.

Dan terbaru di Indonesia, film dewasa yang dibongkar polisi sudah mencapai untung ratusan juta rupiah, walau baru muncul tak lebih dari satu tahun.

Seperti disampaikan pihak Polda Metro Jaya, dalam satu tahun para pihak yang memproduksi berhasil meraup Rp 500 juta.

Polisi mengungkap ada ratusan video yang dihasilkan selama satu tahun oleh rumah produksi film dewasa di Jakarta Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, total sebanyak 120 film sudah dibuat rumah produksi ini sejak tahun 2022.

Selain itu, ada 10.000 pengguna yang sudah berlangganan dalam situs milik tersangka

“Terdapat 10.000 pengguna yang terdaftar di salah situs milik tersangka,” ujar Ade Safri dalam konferensi pers, Senin (11/9/2023).

Menurutnya, tarif berlangganan mulai dari Rp 50.000 selama satu hari hingga Rp 500.000 selama 1 tahun.

Total, lima orang pelaku sudah mengantongi keuntungan sebanyak Rp 500 juta, dari rumah produksi tersebut.

“Jumlah keuntungan yang didapat tersangka kurang lebih satu tahun beroperasi, dimulai awal 2022, sudah sekitar Rp 500 juta,” kata dia.

Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya menggerebek rumah produksi film dewasa yang beroperasi di Jakarta Selatan.
Alasan Rumah Produksi Buat Film Porno

Ade Safri Simanjuntak, mengungkapkan alasan rumah produksi tersebut memilih untuk memproduksi film-film porno. Padahal sebelumnya rumah produksi itu memproduksi film bergenre lain.

“Untuk sementara motifnya ekonomi,” ujar Ade dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (11/9).

Dirinya mengungkapkan dari hasil penyelidikan, rumah produksi tersebut awalnya membuat film-film horor hingga komedi. Namun dari pengakuan tersangka yang merupakan sutradara, genre tersebut minim peminat.

“Dalam perjalanannya kurang mendapat peminat. Akhirnya dicoba dengan pembuatan film-film yang bermuatan asusila atau adegan dewasa,” tutur Ade.

Stok tersedia untuk pemeran film porno

Ade Safri Simanjuntak menambahkan film dewasa itu juga diperankan model foto.

“Latar belakang dari pemeran wanita di sini mulai dari artis, foto model, maupun selebgram,” kata Ade Safri saat konferensi pers, Senin (11/9/2023).

Menurutnya, rumah produksi ini mencari pemeran melalui jaringan atau sindikat penyalur.

Selain itu, rumah produksi ini juga melakukan profiling calon pemeran melalui media sosial.

“Tersangka ini selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, juga dilakukan melalui profiling media sosial dari calon targetnya,” papar dia.

Pemeran adegan dewasa ini tak terikat kontrak. Para pemeran ini mendapat bayaran setiap produksi film selesai.

Bayaran yang diterima yakni Rp 10 juta hingga Rp 15 juta pada setiap filmnya.

“Jadi pembayaran hanya sekali per film dengan kisaran pembayaran Rp 10 juta sampai Rp 15 juta,” kata dia.

Namun, bayaran itu bervariasi sesuai dengan nilai popularitas pemerannya.

“Tergantung seberapa pengaruh kuat (terkenalnya) dari pemeran di masyarakat,” jelas dia.

Polisi saat ini masih memburu 11 pemeran wanita dan lima orang pemeran pria yang terlibat dalam proses pembuatan film.

“12 pemeran wanita salah satunya tadi kami penangkapan dan 11 lainnya saat ini masih kami kembangkan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Ade.

“Kemudian ada lima orang pemeran pria yang saat ini juga masih dikembangkan untuk penyelidikan,” tambah dia.
Beberapa selebgram dan artis ternyata ikut memainkan peran dalam rumah produksi film dewasa di Jakarta Selatan.

(BBS/Bobby/wo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here