Intelijen Rusia Remuk di Ukraina

0
498 views
Pasukan militer Rusia

BarisanBerita.com,- Kepala Badan Intelijen Rusia (FSB) Sergey Beseda ditahan atas perintah Presiden Putin terkait sejumlah kegagalan dalam serangan ke Ukraina. Tak hanya itu, Presiden Rusia juga menahan Wakil Kepala FSB Anatoly Bolyukh.

Putin, seperti dikatakan penulis intelijen Andrey Soldatov, berdasarkan sumber di badan rahasia tersebut, sangat marah dengan kualitas data intelijen FSB.

Seperti dilaporkan, banyak tentara Rusia tertembak mati dan sejumlah kendaraan militer hancur dihantam tentara Ukraina. Padahal berdasarkan data FSB, disebut militer Ukraina lemah dan politik di negara itu juga kacau, sehingga memudahkan Rusia menyerangnya.

Serangan tentara Rusia yang awalnya bakal mudah masuk ke negara itu, ternyata mendapat perlawanan berat dari militer di sana. Serangan brutal pun dilakukan Rusia karena sejumlah frustasi di lapangan.

Militer Rusia juga tak menyangka dukungan terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, begitu kuat sehingga membuat penduduk sipil juga semangat menyerang militer Negara Beruang Merah tersebut.

Tingkat emosi Putin pun mencapai puncaknya dengan memecat dua orang penting di badan intelijen tersebut. Dia juga marah dengan sangat tidak cerdasnya taktik yang dipakai FSB terkait sejumlah kekalahan yang memalukan.

Andrey Soldatov mengatakan rendahnya hasil kerja FSB tak lepas dari sistem rekrutmen yang mengandalkan “warisan” dari bapak ataa moyang mereka. Agen FSB kebanyakan merupakan anak-pinak dari keluarga mereka yang sebelumnya juga bekerja di FSB.

Ini berbeda dengan sistem penerimaan agen intelijen di Barat. Mereka merekrut agennya lewat cara yang transparan dan jauh dari KKN, dengan tujuan mendapatkan agen berkualitas terbaik.

Masih kata Andrey Soldatov, sebenarnya intelijen Rusia juga masih punya banyak agen yang hebat dan baik, namun karena masih terlilit birokrasi ABS, maka laporan berkualitas takut disampaikan ke Putin. Dampaknya, militer Rusiian kalah mengalami kehilangan banyak tentara di Ukraina.

Sejumlah laporan menyebut, sebanyak 12,000 tentara Rusia tewas dalam operasi militer tersebut, namun intelijen Eropa menyebut angka itu terlalu tinggi, dan hanya sekitar 9,000 tentara yang kehilangan nyawa.

(DM, BBS/Bowo, Diazz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here