The Secret Life of Marilyn Monroe: Rela Foto Tanpa Busana Demi Hilangkan Rasa Lapar

0
151 views
Marilyn Monroe

BarisanBerita.com,- Tak punya uang dan menahan rasa lapar tak terhingga sempat dialami aktris tersohor Hollywood Marilyn Monroe, ketika dirinya mulai menggapai impian di dunia hiburan Hollywood. Dan demi mengisi perut kosongnya, Dia pun terpaksa mau berpose tanpa busana yang rencananya akan dipasang di sebuah iklan minuman beralkohol.

Dalam buku karya J. Randy Tara Borrelli berjudul “The Secret Life of Marilyn Monroe” terungkap bagaimana sang aktris terkenal tersebut harus menerima kenyataan pahit di saat karirnya makin menanjak, dan Dia terpaksa dihadapkan pada skandal foto tanpa busana.

Marilyn muda

Amerika di tahun 30-an masih begitu puritan alias kental dengan budaya yang menjunjung etika moral. Tak seorang pun kala itu, khususnya para aktris mau atau membuat dirinya menjadi sosok penuh skandal dan tak bermoral, termasuk berfoto bugil dengan apapun alasannya.

Seminggu setelah berkencan dengan calon suaminya, Joe DiMaggio, atlit baseball top, Marilyn Monroe dihadapkan pada dilema kasus foto tanpa busana yang pernah dibuatnya beberapa tahun lalu. Saat itu, Monroe sama sekali belum terkenal, dan dia masih memakai nama “Mona Monroe”.

Niat perusahaan John Baumgarth yang memiliki foto telanjang Monroe adalah untuk memasang foto Monroe pada edisi kalender yang akan mereka terbitkan pada tahun 1951.

Hal ini jelas membuat gusar Marilyn Monroe, di tengah karirnya yang makin moncer dan hampir semua media mengenal dirinya. Kepada sejumlah teman, Monroe mengaku foto tanpa busananya itu diambil ketika dirinya masih lugu dan baru mulai memasuki dunia hiburan.

Kecantikan Marilyn Monroe

Akhirnya, perusahaan itu berniat mengedarkan kalender dengan foto Monroe tanpa busana, dan sepertinya semua orang kala itu tak mau kehilangan kesempatan memiliki kalender paling menghebohkan tersebut.

Perusahaan film raksasa The 20th Century Fox yang kala itu mengontrak Monroe, menjadi panik dan beranggapan foto-foto tersebut bisa merusak masa depan sang aktris seksi tersebut. Saat itu tak ada satupun aktris yang mau berpose seperti yang dilakukan Monroe. “Aku yakin banget itu adalah akhir dari ketenaranku, dan aku akan didepak oleh Fox, media dan publik. Aku tak bakal selamat dari “dosa” yang telah aku lakukan,” kata Monroe.

Kegusaran Monroe memang beralasan kala itu karena semua perusahan film di Amerika masih begitu kental dengan “menjunjung tinggi” etika dan moral alias puritan. Lembaga sensor pun begitu perkasa membantai film sejak tahun 1930-an, yang dianggap bercita rasa porno atau vulgar.

Perusahaan film di masa itu menyelipkan pasal larangan melakukan tindakan amoral untuk aktris dan aktor yang bekerjasama dengan mereka, seperti bertingkah laku tidak pantas atau berfoto bugil. Kebijakan itu makin kencang diterapkan kala Amerika masih ditakut-takuti oleh serangan senator antikomunis, Joe McCarthy, yang begitu serampangan menuduh siapapun sebagai antek komunis jika tak berprilaku Amerika.

Dan di tahun 1952, foto telanjang Monroe itu dianggap sangat tidak pantas dan membuat perusahaan Fox panik. Monroe dipanggil pihak studio, dan ditanya apakah foto itu memang dirinya. “Ya,” aku Monroe. “Aku pikir Tom Kelley (juru foto yang mengambil foto telanjang Monroe) tak mendapat poseku yang bagus.”

Mendapat jawaban tenang dari Monroe, Studio Fok makin gusar dan menanyakan Monroe apakah rencana wawancara dengan wartawan Aline Mosby dari United Press International, harus dibatalkan? jawaban Monroe,”ga perlu dibatalkan.”

Kepada Mosby, si wartawan, Monroe berbisik sebelum seson wawancara dimulai. “Ada hal yang perlu aku bicarakan dulu pada mu,” kata Monroe. Dan si wartawan kemudian mendengar semua curhatan sang aktris terkenal itu.

Monroe menceritakan bahwa saat itu hidupnya begitu susah, dan pernah tak punya uang sama sekali. “Beberapa tahun lalu ketika aku tak punya uang sepeser pun untuk beli makanan dan bayar uang sewa kamar,” kata Monroe,” Seorang juru foto menawarkanku untuk berpose tanpa busana, yang akan dia pasang di kalender. Si juru foto datang bersama istrinya. Mereka orang baik, dan aku mendapat 50 dolar saat itu.”

Air mata Monroe mengalir deras ketika menceritakan hal tersebut. “Aku kira tak seorang pun kenal diriku saat foto itu beredar,” ujar Monroe tersedu-sedu. “Hal itu sekarang bakal menghancurkan karirku. Mereka (publik) maunya aku meminta maaf, kan?” Monroe terus bercerita, “tetapi aku tak mau bohong tentang foto tersebut.”

Pada wawancara itu, Monroe bersikeras mengakui bahwa itu memang fotonya. Dan di koran yang terbit kemudian muncul hasil wawancara dengan judul “Marilyn Monroe Mengaku Bahwa Foto Kalender itu adalah Dirinya”.

Dampak dari wawancara dan pengakuan itu, seluruh dunia kemudian tahu siapa Marilyn Monroe, dan membuat dirinya makin terkenal. Pengakuan tersebut menjadi berita paling menghebohkan karena dirinya dinilai jujur mengungkap masa lalunya. Dan publikpun memaafkan Marilyn Monroe yang kemudian makin dikenal sebagai simbol aktris seksi.

Sejak skandal foto itu mencuat, banyak majalah mengajak Monroe untuk kerjasama, namun Monroe memang jenius memanfaatkan momen. Dia tak mau lagi berfoto tanpa busana-tak pernah lagi. Dan itu membuat penasaran banyak orang. Sejumlah aktris seperti Jayne Mansfield dan Kim Novak pun mencoba menjadi duplikatnya, tapi mereka tak pernah bisa menyamai Monroe.

Dan mungkin orang yang bisa dianggap berjasa dan sebagai “penemu pertama” Marilyn Monroe adalah Tom Kelley, photographer yang mengabadikan foto sang aktris tanpa busana, dan mengedarkannya kepada Dunia.

(Bowo/Herdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here