Mega and The Treason

0
593
Megawati

I have learned to hate all traitors, and there is no disease that I spit on more than treachery.

Aeschylus

Jakarta, BarisanBerita.com,- Trauma masa lalu nampaknya masih menggelayuti Ketua Umum PDIP. Lewat Sekjennya, Hasto Kristiyanto, partai berlambang banteng moncong putih itu tak akan pernah membuka pintu koalisi untuk Demokrat.

Menjadi rahasia umum, Demokrat plus SBY dianggap sebagai musuh utama oleh PDIP karena “pengkhianatan” bekas Presiden RI itu dalam kontestasi Pilpres 2004.

Tak berjodoh

Hasto beralasan bahwa partainya tak bisa bersekutu dengan Demokrat lantaran “beda darah”, yang tak bisa digabungkan.

“Ya koalisi bagi PDI Perjuangan kerja sama politik itu basisnya harus ideologi. PDI Perjuangan berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda. Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal,” kata Hasto dalam diskusi daring Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Hal tersebut sengaja ditegaskan Hasto dengan harapan tidak ada pihak yang mencoba menjodoh-jodohkan PDIP untuk masuk dalam satu koalisi dengan Partai Demokrat maupun PKS

“Ini tegas-tegas saja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mepertemukan hal tersebut. Karena beda karakternya, beda nature-nya,” ujar Hasto.

Sangat terluka

Megawati, disebut-sebut sangat terluka dengan langkah yang dilakukan SBY pada Pilpres 2004 lalu.

Putri Proklamator Soekarno itu, bukan baru sekali mengalami “kudeta” yang dilakukan terhadap diri dan partainya.

Di masa rezim orde Baru, PDIP kenyang dihantam tangan kekuasaan Soeharto. Partainya dipecah belah, namun dirinya tetap melakukan perlawanan.

Konsolidasi

Mantan Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo menceritakan masa setelah 2004, di mana PDI Perjuangan kalah di pemilu legislatif maupun pemilu presiden adalah masa pergulatan besar.

Menurutnya, pada Pemilu 2004-2014, PDI Perjuangan berada di luar kekuasaan dan godaan untuk menjadi bagian dari kekuasaan sebenarnya sangat besar.

“Kekuatan PDI Perjuangan pada masa 10 tahun itu adalah keteguhan untuk tak tergiur kekuasaan. Prinsip yang diajarkan oleh Ibu Megawati adalah kalau mau berkuasa, ya berjuang merebut kemenangan secara demokratis,” ujar Tjahjo di kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Oleh karenannya, dirinya diperintahkan Megawati untuk terus menguatkan konsolidasi partai. Tumpuannya yakni sebagai Tiga Pilar Partai yaitu kekuatan di struktur hingga pengurus anak ranting; kekuatan di legislatif dan kekuatan di eksekutif.

“Dimulailah proses modernisasi kerja partai. Setiap kader didudukkan di salah satu dari tiga kekuatan itu berdasar hasil penilaian ilmiah. Metode psikotes pun diterapkan. Jadi sebelum seseorang didudukkan, akan dicek apakah dia cocok di DPR, eksekutif, atau struktur. Itu pakai psikotes,” kata Tjahjo.

(BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here