Soal Banjir Jakarta, Pengamat: Anies Tak Punya Gagasan

0
138 views
Sejumlah warga negara asing menumpang di atas sebuah truk saat banjir menggenangi Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menilai Pemprov DKI Jakarta sudah diberikan peringatan dengan prediksi hujan dari BMKG.

Akan tetapi, kata Yayat pemerintah DKI Jakarta di bawah pimpinan Anies Baswedan pun tak punya gagasan yang jelas dalam mengendalikan banjir dan dengan banjir terbaru maka gagasannya kembali ditagih.

“Tapi setelah itu gubernur tidak ada gagasan lagi. Sesudahnya ini (mau) apa?” katanya, Ahad (23/02), seperti dilansir BBC News Indonesia.

Lebih lanjut ia menilai saat ini korban banjir sudah dalam posisi apatis terhadap pemerintah Jakarta. Tiap kali banjir datang, masalahnya tak kunjung selesai.

“Kesan trauma dari warga. Warga sudah lelah karena beberapa kali kena banjir dia sudah mengatakan, kalau mau dikomentarin toh nanti masalahnya tidak terselesaikan,” katanya.

Yayat mengatakan penanganan banjir saat ini berbeda dengan pemerintahan Jakarta sebelumnya. Di era Ahok, kata dia, gagasan tentang mengurangi dampak risiko banjir dijawab dengan pembuatan rumah susun khusus warga Jakarta yang tinggal di lokasi langganan banjir.

“Lima puluh ribu unit rumah susun itu akan digunakan untuk program relokasi warga yang tempatnya sering kebanjiran. Jadi sudah ada konsep sudah ada gagasan,” lanjut Yayat.

Perkara banjir, warga Jakarta menilai banjir kali ini lebih parah daripada 1 Januari lalu.

Basuki mengaku, banjir yang terjadi Ahad (23/02) dini hari di tempat tinggalnya lebih parah dari banjir besar yang terjadi di 1 Januari 2020 lalu. ” Kalau ini sudah di atas dengkul. Dan lebih parah ini,” katanya.

Selama tinggal di Sumur Batu, kata Basuki, intensitas banjir baru terjadi dua tahun belakangan ini. Kata dia, dua tahun lalu banjir di lokasinya cepat surut. Beda dengan sekarang. Sekarang airnya menggenang dan lebih lama surut.

“Kalau dulu memang deras apa pun hujan, ya intinya air itu nggak jadi genangan. Cuma lewat saja. Melintas,” kata Basuki.

Lebih lanjut, ia berharap adanya ketegasan dan tindakan konkret dari pemerintah DKI Jakarta untuk mengendalikan banjir di Jakarta.

Basuki hanya satu dari ribuan warga Jakarta yang menjadi korban banjir yang terjadi di akhir pekan kemarin. Beruntung, ia tak sampai mengungsi karena sisa-sisa kotoran dari banjir sudah dibersihkan dengan tangan sendiri, meski ia tidak akan tidur nyenyak dalam beberapa hari ke depan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (23/02) pukul 09.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi Minggu dini hari membuat 55 kelurahan di Jakarta terendam banjir. Jumlah pengungsinya mencapai 846 jiwa.

Dalam situs resminya, BNPB menyatakan banjir disebabkan curah hujan tinggi dan air dari luapan sungai.

(BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here