“Black Death” di India

0
758
Pria India terkena covid-19 terpaksa menunggu di luar Rumah Sakit akibat ruang perawatan penuh.

BarisanBerita.com,- India mencatat kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia, mencapai 332.000, di tengah gelombang kedua yang menyebabkan fasiltias kesehatan kewalahan.

Sejauh ini, India mencatat kasus total melampaui 16 juta, kedua tertinggi di dunia dari Amerika Serikat dengan total mendekati 32 juta.

India juga mencatat angka kematian harian tertinggi dalam 24 jam ini dengan lebih 2.200 orang meninggal dunia. Adapun total kematian mencapai 186.920 orang.

Di sisi lain, India kewalahan menangani jumlah kasus yang meningkat tajam.

Pasokan oksigen merupakan salah satu masalah besar, dengan sejumlah rumah sakit di ibu kota Delhi, kehabisan oksigen pada Kamis (22/04), menurut wakil menteri kepala, Manish Sisodia.

Pekan ini, ibu kota India, Delhi, memberlakukan karantina selama sepekan ke depan.

Kantor pemerintah dan layanan penting, seperti rumah sakit, apotek, dan toko grosir, dibuka selama karantina, yang dimulai pada Senin (19/04) malam.

Kota itu telah memberlakukan jam malam pada akhir pekan, namun lonjakan kasus harian tertinggi terjadi pada hari Minggu (18/04), dengan 24.462 kasus.

Dua pria menangis setelah wanita anggota keluarga mereka meninggal akibat covid-19, di New Delhi, India.

India kini dilanda gelombang kedua Covid-19 yang mematikan sejak awal April.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan kota itu hampir kehabisan tempat tidur di unit perawatan intensif rumah sakit (ICU) dan pasokan oksigen tidak mencukupi.

“Saya selalu menentang karantina, tetapi yang ini akan membantu kami menambah jumlah tempat tidur rumah sakit di Delhi,” katanya dalam konferensi pers virtual pada hari Senin.

Dia juga mengimbau para pekerja migran yang ada di ibu kota untuk tidak pergi, seperti pada karantina nasional tahun lalu yang membuat jutaan dari mereka kembali ke kampung halaman setelah mendapati diri mereka menganggur dan kehabisan uang.

“Ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, tetapi kami tidak punya pilihan lain,” kata Kejriwal.

“Saya tahu ketika karantina diumumkan, pekerja berupah harian menderita dan kehilangan pekerjaan mereka. Tapi saya mengimbau mereka untuk tidak meninggalkan Delhi. Ini adalah karantina singkat dan kami akan menjaga Anda.”

Krematorium di daerah itu juga kewalahan, lapor wartawan BBC Rajini Vaidyanathan di Delhi.

Gambar-gambar menyedihkan menunjukkan mayat dibakar di trotoar, di luar salah satu pinggiran ibu kota.

Satu dari tiga orang di Delhi dinyatakan positif.

(BBC/wo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here