Gurita Radikalisme

0
767 views
Ilustrasi

Jakarta, BarisanBerita.com,- Penyebaran paham radikal ternyata sudah mencapai kalangan militer, bahkan seorang Jokowi harus mengingatkan betapa berbahayanya aliran keras ini yang dengan disengaja atau tidak sudah masuk ke lingkaran tersebut.

Presiden mengaku membaca percakapan di WAG TNI-Polri.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Rapim TNI-Polri, Selasa, (1/3/2022).

“Juga hal kecil-kecil tapi harus mulai didisiplinkan, di WA grup. Saya lihat di WA grup, kalau di kalangan sendiri boleh, hati-hati. Kalau dibolehkan dan kalau diterus-teruskan hati-hati,” katanya.

Misalnya kata Presiden percakapan mengenai Ibu Kota Negara (IKN).

Pemindahan Ibu kota sudah diputuskan pemerintah dan sudah disetujui DPR.

Oleh karena itu sesuai disiplin di TNI-Polri, hal itu sudah tidak bisa diperdebatkan lagi.

“Kalau di dalam disiplin TNI-Polri sudah tidak bisa diperdebatkan apalagi di WA grup dibaca gampang,  Hati-hati dengan ini dimulai dari dari yang kecil nanti membesar,” katanya.

Menurut Kepala Negara, kedisiplinan tersebut penting. Apalagi di negara manapun militer atau tentara punya aturan sendiri mengenai kedisiplinan.

“Karena disiplin tentara dan polri berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan pimpinan. Ini perlu saya ingatkan, di seluruh dunia tentara punya aturan sendiri. Kitab undang-undang disiplin tentara, yang intinya kalau kita lihat, intinya adalah kesetiaan tegak lurus. saya baca ini apa sih intinya? kesetiaan tegak lurus,” pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengingatkan para istri anggota TNI dan Polri ikut disiplin. Salah satunya tidak sembarangan mengundang penceramah agama.

“Hal seperti ini harus mulai dikencangkan lagi, supaya masyarakat itu melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional.”
“Ini bukan hanya bapak ibu yang bekerja, tapi yang di rumah juga sama,” kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan agar ibu-ibu di lingkungan TNI dan Polri tidak asal mengumpulkan orang, kemudian memanggil penceramah, tanpa berkoordinasi dengan kesatuan masing-masing.

“Hati-hati ibu-ibu, kita juga sama, kedisiplinannya harus sama.”

“Enggak bisa ibu-ibu memanggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi,” tuturnya.

Menurut Jokowi, dalam mengundang penceramah harus berkoordinasi dengan kesatuan.

Jokowi mengingatkan agar hati-hati agar tidak mengundang penceramah yang radikal.

“Makro mikro harus kita urus juga, tahu-tahu undang penceramah radikal. Nah, hati-hati,” ucapnya.

(WK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here