Rencana Kudeta untuk Jokowi

0
771
Presiden Joko Widodo

I have learned to hate all traitors, and there is no disease that I spit on more than treachery—Aeschylus

BarisanBerita.com,- Gerakan radikal Negara Islam Indonesia (NII) berhasil diringkus oleh Densus 88. Penangkapan dan hasil introgasi membuat kaget banyak pihak karena terungkap kelompok ini punya rencana besar dan mengancam NKRI. Organisasi radikal yang berakar dari tokoh perlawanan Kartosuwiryo ini berencana menggulingkan Jokowi sebelum 2024.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan telah menemukan bukti dan sejumlah rencana dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang ingin menggulingkan rezim pemerintahan.
Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, dari hasil penyidikan sementara, cara NII untuk menggulingkan pemerintahan tersebut dengan membuat kekacauan atau chaos. “Ada, salah satunya yang mereka sampaikan adalah mereka akan buat kekacauan atau chaos,” kata Aswin, Jumat (22/4/2022).

Dari pengakuan tersangka, Aswin menyebut, kekacauan yang ingin diciptakan oleh kelompok tersebut untuk menggulingkan pemerintahan hampir seperti yang terjadi ketika 1998. “Kalau yang mereka sampaikan ya jika terjadi seperti 98 ya. Tapi kita kan belum, ya masih mendalami ya apa yang mereka maksud itu kan ya. Ini merupakan keterangan awal dari penyidikan,” ujar Aswin.

Rencana soal penggulingan rezim pemerintahan sendiri diketahui dari pengakuan 16 tersangka teroris NII yang ditangkap detasemen berlambang burung hantu di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).

Meski begitu, Aswin mengaku, semua keterangan dari para tersangka terkait hal tersebut merupakan penyidikan awal. Sehingga, Aswin meminta untuk mengikuti proses hukum yang terus berkembang kedepannya.
“Penyidikan baru berjalan di awal ini. Kalau dari itungan waktu, proses penyidikan ini masih di awal-awal. Jadi saya kira ya kita sabarlah memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mendalami fakta dan keterangan yang ya masih bentuk puzzle lah ya,” ucap Aswin.
Diketahui sebelumnya, penangkapan yang dilakukan oleh Detasemen berlambang burung itu terjadi di dua wilayah yakni Dhamasraya dan Tanah Datar, Sumatera Barat. “Dari 12 tersangka di wilayah Dhamasraya dan 4 tersangka di wilayah Tanah Datar,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut NII masih berlangsung hingga saat ini. Menurutnya, NII terus aktif demi mewujudkan tujuannya yakni mengubah ideologi Indonesia menjadi negara Islam.

NII merupakan sebuah gerakan ideologis yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 1947 di bawah kepemimpinan Kartosoewirjo. NII terus berkembang dan jaringannya meluas hingga ke luar Jawa.

“Ternyata NII ini tidak mati dalam melanjutkan garis perjuangannya. Selalu tumbuh hidup untuk memertahankan tujuan ideologisnya yaitu menuju negara Islam Indonesia,” kata Moeldoko dalam sebuah rekaman video, Jumat (22/4/2022).

Moeldoko menerangkan kalau NII juga berada di belakang pada hampir seluruh gerakan-gerakan terorisme. Salah satunya ialah peristiwa bom Bali 2000, bom di Kedutaan Besar Amerika hingga bom buku pada 2011.

“Ini jauh lebih dahsyat. Kenapa dahsyat? Kalau pergerakan senjata dia mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap dan mudah diselesaikan. Tapi begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan perebutan hati dan pikiran, melalui baiat, melalui doktrin-doktrin itu cukup sulit untuk diatasi,” tegasnya.

Moeldoko lantas meminta seluruh pihak untuk berhati-hati dengan upaya doktrinisasi dari gerakan NII. Sebab, orang dengan latar belakang apapun dapat terpengaruh oleh upaya doktrinisasi NII.

“Lebih dahsyat lagi, dia bergerak dengan cara menyembunyikan diri, taqiyyah. Dia kamuflase agar tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keleluasaan untuk memengaruhi orang lain. Hati-hati ada di tengah-tengah kita.”

(BBS/wo, Diazz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here