Madame Claude Penyedia “Angsa Cantik”  untuk Kennedy

0
196
Artis Anouk Aimee yang ingin dikencani Kennedy

Illusion is the first of all pleasures—Voltaire

BarisanBerita.com,- Nama Madame Claude pernah begitu tenar di era 60 hingga 70-an. Wanita asal Prancis ini merupakan muncikari penyedia wanita cantik untuk petinggi dunia.

Dalam bukunya “Madame Claude: Her Secret World of Pleasure, Privilege & Power”, nama Presiden Amerika John F. Kennedy (JFK) muncul di dalam tulisan tersebut, dan begitu banyak menyita perhatian karena pernah menggunakan jasa Madame.

Kennedy bersama istri Jackie saat kampanye Pilpres Amerika Serikat 1960

Selama dua dekade, kerajaan bisnis Madame Claude memberikan surga dan kesenangan rahasia kepada sejumlah petinggi dan selebritas dunia, seperti John F. Kennedy, Muammar Gadaffi, Nelson Rockefeller, dan Frank Sinatra.

Madame Claude menyebut wanita-wanita yang diasuhnya dengan “Angsa”. Mereka adalah para wanita cantik, bertubuh semampai dan berotak rata-rata cerdas.

Puncak ketenaran bisnis wanita Perancis itu terjadi pada tahun 1961, saat Presiden Amerika John F. Kennedy berkunjung ke negara Menara Eiffel tersebut. Dan pemimpin muda itu tertarik untuk menikmati kesenangan yang ditawarkan Madame Claude.

Wanita yang diinginkan JFK adalah akrtis cantik Perancis, Anouk Aimee. Wajah artis ini mirip dengan istri sang presiden, Jackie Kennedy—matang, tinggi, berkulit agak kecoklatan dan bernampilan bak putri kerajaan.

Madame Claude

Hanya satu yang tak dimiliki istri Kennedy— tidak punya daya tarik seksual.

‘JFK begitu ingin disediakan wanita mirip istrinya, namun dengan penampilan yang lebih menggoda, seksi dalam bentuk lain. Seperti Anouk Amimee…, tulis penulis laris William Stadiem dalam bukunya “Madame Claude: Her Secret World of Pleasure, Privilege & Power”.

Tapi artis cantik Anouk Amimee menolak berduaan dengan JFK sebab takut terdampak pengaruh negatif dari karir politik JFK yang hampir runtuh karena kasus penyerangan Teluk Babi, Kuba.

Namun, Madame Claude tak mau membuat kliennya kecewa. Dia segera menyediakan wanita cantik yang lebih sempurna untuk sang presiden.

“Saat itu JFK ngebet ingin didatangkan wanita yang mirip istrinya, dan kalau bisa merupakan model dari rumah pakaian terkenal Perancis, Givency—langganan favorit istrinya, Jackie Kennedy,” demikian disebut dalam buku tersebut.

Wanita yang berusia 23 tahun, dan merupakan anak asuh Madame Calude, bernampilan cantik, seksi.

Selama satu setengah jam JFK berada di dalam kamar bersama wanita yang mirip istrinya itu.

Madame Claude sebelumnya mempelajari keinginan JFK yang ingin wanita mirip istrinya, namun dengan penampilan yang lebih menggoda karena disebut-sebut bahwa sang presiden sudah lama tak tidur bareng dengan istrinya.

Kepada wanita penghibur itu, JFK mengeluh bahwa istrinya lebih suka pakaian daripada seks.

Madame Claude menerapkan tarif yang sangat mahal kepada JFK karena privacy dan sifat kerahasiaan yang sangat tinggi. Maklum saja yang dia layani adalah presiden dari negara Adidaya. Dalam buku tersebut dikatakan sang Madame menerapkan tarif kepada JFK sebesar 2.000 dolar Amerika.

Dianggap mampu menjaga kerahasiaan, badan intelijen Perancis akhirnya tertarik dengan Madame Claude dan merekrut wanita tersebut untuk dimanfaatkan dalam kegiatan spionase.

Meski jarang tampil di depan umum, namun publik Perancis tahu popularitas Madame Claude, yang kemudian dikenal dengan julukan “Ibu Sang Republik”.

Dengan bisnis yang terus meroket, Madame Claude pun menggunakan tameng dari pihak keamanan untuk menjaganya, seperti Kepala Polisi Perancis yang saat itu sangat kerkuasa, Maurice Papon.

Tak cuma itu, Presiden Perancis Goerge Pompidou, juga disebut melindungi sang madame untuk aktivitas mata-mata.

Kerahasian yang mampu dilakukan Madame Claude berujung pada banyaknya permintaan dari orang-orang terkenal, seperti pemimpin Libia Muammar Gadaffi, dan Raja Iran Reza Pahlevi.

Angsa-Angsa Madame Claude: Bagaimana Para Gadis Dipilih dengan penampilan yang harus “Sehat, pandai, dan langsing”.

Seorang wartawati investigasi Perancis, Elisabeth Antébi, pada tahun 1975 menyusup ke perekrutan yang dilakukan Madama Claude, untuk mengetahui bagaimana wanita tersebut melakukan penyaringan pada “angsa-angsa” yang akan dipekerjakannya.

Elisabeth Antébi berpura-pura tertarik mengikuti lowongan tersebut dan dia lolos untuk menjadi anak buah Madame Claude.

Wanita yang diterima jaringan bisnis tersebut mendapat pelajaran penting dalam melayani pelanggan, dan mereka juga mendapat pakaian mewah dan mahal.

Elisabeth Antébi mengatakan, “kami yang diterima, bertubuh sehat, langsing, dan rata-rata cerdas. Itu yang menjadi syarat untuk diterima.”

Elisabeth Antébi memenuhi syarat tersebut dengan tubuhnya yang tinggi. Menurut Madame Claude, para pria kaya suka wanita yang tinggi, seperti gaya hidup mereka yang suka rumah mewah dan mobil mahal.

Paa wanita yang bekerja pada sang madame harus disiplin dan hidup di bawah pengawasan yang ketat serta tegas.

Rata-rata gadis yang direkrut Madame Claude adalah mantan model yang karirnya tak sukses, namun dianggap memiliki “otak” sehingga akan nyambung jika berkomunikasi dengan klien.

(BBS/Diazz, wo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here