Operasi Rahasia CIA & Mossad: Bunuh Maurice

0
389 views
Imad Mughniyeh
  •  Israel menggunakan metode HUMINT dan SIGINT untuk menghabisi Imad Mughniyeh
  •  Imad Mugniyeh diduga dibantu Iran dalam menjalankan operasinya
  •  Mugniyeh mengganti mobil lebih sering dibanding dia mengganti pakaian dalamnya
  •  Taqqiyah—berbohong demi membela keyakinan
  •  Mantan CIA sebut ada cara khusus untuk menembus atau memata-matai komunitas Arab.

BarisanBerita.com,- Imad Mughniyeh, dijuluki sang hantu karena keahliannya menghilang dan tak terendus kehadirannya oleh pihak musuh. Tiga puluh tahun, Mossad dan CIA kehilangan kesempatan untuk mengetahui keberadaan pria cerdas dan kejam ini. Tapi itu bukan berarti dua badan intelijen tersebut menyerah. Mereka menunggu dengan sabar hingga sang target sampai tiba pada waktunya.

Barak pasukan marinir Amerika yang dihancurkan pelaku bom bunuh diri Hizbullah

Setelah sekian lama menunggu, Amerika akhirnya punya kesempatan ini untuk menghabisi Mughniyeh. Pria ini dituding ada di belakang pemboman barak marinir Amerika di Libanon, yang menewaskan lebih dari 200 tentara dan penculikan terhadap petinggi CIA di negeri penuh sengketa tersebut. Sementara Israel dendam luar biasa pada Mughniyeh dengan alasan yang hampir sama dengan negara Paman Sam.

The Phantom
Direktur Mossad, Meir Dagan terdiam sebentar sebelum memasuki ruangan kerjanya. Dia akan segera membuat keputusan besar. Lelaki dengan latar belakang militer hebat itu ditunjuk sebagai orang nomor satu di badan intelijen Israel. Dan prioritasnya adalah segera membinasakan Kepala Staf Hizbullah, Mugniyeh. Mossad selama tiga puluh tahun belum berhasil menghabisi nyawa lelaki licin dan cerdas itu dari muka bumi.

Mughniyeh menjadi musuh nomor satu Israel karena keberadaan dan aksi brutalnya yang merusak keamanan negeri zionis.

Mughniyeh tahu dirinya menjadi sasaran dua negera tersebut. Dia terus berusaha bersembunyi dengan cara menghindari media dan keramaian. Mughniyeh bahkan menggunakan identitas palsu meski di daerah kekuasaannya.

Dia pun membatasi komunikasi hanya dengan kelompok kecil yang dipercayanya. Pria yang dikenal jago strategi perang ini hanya percaya pada saudara atau kerabat dekatnya saja. Selain itu, dia terus mengganti mobil yang dipakaianya “Lebih sering daripada dia mengganti pakaian dalamnya”.

Karena pandai bersembunyi, Mughniyeh pun dijuluki sebagai The Phantom alas sang hantu.
Namun, Israel dan CIA akhirnya tahu bagaimana menembus ketatnya lingkaran Mughniyeh–dan mereka menyimpan erat rahasia itu hingga hari ini.
“Berbeda dengan komunitas lain, untuk memata-matai orang arab, ada cara khusus yang hanya diketahui intelijen Barat,” kata mantan anggota CIA Robert Baer.

Akan tiba waktunya
“Kemenangan” akhirnya tiba. Pada tahun 2004, Komandan Hizbullah bernama Ghaleb Awali tewas oleh bom yang diletakan di mobil Mercedesnya. Organisasi itu lalu membuat film tentang prosesi penguburan sang pemimpin tersebut. Mossad mendapat salinan film tersebut dan mulai mempelajari isi dalam video tersebut. Salinan tersebut lalu dibawa ke unit 8200 dan Mossad untuk dianalisa.

Selama beberapa hari penelitian atas copy film itu akhirnya membuahkan hasil. Salah satu perwira unit 8200 berteriak gembira,”itu Dia. Itu Maurice,” katanya sambil menunjuk gambar seorang lelaki dalam video itu.

Maurice adalah kode nama untuk Mughniyeh.

Sosok Mughniyeh dalam video terlihat bertopi dan berusaha menyembunyikan diri dengan cara tak tampil menyolok. Dia memakai kacamata, berjenggot dan menggunakan pakaian yang sama dengan orang awam.

Mossad mulai berencana untuk mendekati fotografer yang merekam video tersebut, dan jika berhasil, harapannya mereka bisa mendekati Mughniyeh dan menghabisinya.
Meir Dagan menolak rencana itu. Menurutnya, Mossad belum siap untuk skenario tersebut. “Tenang, waktunya akan tiba,” kata Dagan kepada stafnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here