“Pengkhianat”

0
409
Ilustrasi

“For there to be betrayal, there would have to have been trust first.”
― Suzanne Collins

BarisanBerita.com,- Pengkhianatan, aroma pengkhianatan dan modus pengkhianatan menghiasi perjalanan hidup Kim Philby, mantan mata-mata Inggris ini tersohor kerena mencederai kepercayaan negaranya. Bertahun-tahun dia berhasil membocorkan rahasia Inggris MI6 ke Rusia tanpa pernah tertangkap. Itu karena dia cerdas memanfaatkan status “Upper Class” nya.

Kim Philby

Philby menjadi torehan memalukan dalam sejarah Inggris karena pengkhianatannya. Banyak titik kecurigaan rekan sejawat padanya, namun Dia tetap tak tersentuh. Saktikah Kim?

Kepada televisi JermanTimur (era Perang Dingin-red) Philby menceritakan bagaimana dirinya berhasil menghindari kecurigaan walau harus terus mendekap rasa takutnya.

Philby mengakui bisa terhindar dari kecurigaan karena dirinya lahir dari keluarga “kelas atas” Inggris.

Dengan status istimewanya itu, Philby bebas mondar mandir di markas besar Badan Intelijen Inggris, dengan membawa tas tertutup berisi dokumen rahasia. Dan aksinya itu bisa mulus karena tak ada yang berani menegurnya.

Kutipan yang disampaikan Philby seolah menyindir bagaimana “sakit” nya tingkat disiplin di lembaga rahasia tersebut.

Sambil berkelakar agen mata-mata ini mengatakan bagaimana dirinya lepas dari pengawasan oleh agen yang dikirim kantor pusat saat dirinya bertugas di Libanon. Philby menjelaskan dirinya mengajak agen tersebut untuk main ski di pegunungan di Libanon.

“Karena saya lahir dari keluarga tingkat atas Inggris. Karena saya tahu siapa tokoh berpengaruh, maka sebab itulah saya tahu mereka tak akan bertindak jauh kepada saya,” ujar Philby.

“Mereka tak pernah memukul saya, karena jika tindakan itu ternyata salah, maka saya akan menjadikannya skandal yang memalukan.”

Anak dari pejabat tinggi Inggris ini mendapat pendidikan secara pribadi sebelum mendaftar ke Universitas Cambridge. Philby mulai tertarik pada ajaran komunis dari dosennya. Dia lalu pergi ke Austria hingga bertemu dan jatuh pada seorang wanita bernama Litzi Friedmann. Philby kemudian bekerja sebagai jurnalis yang meliput perang sipil di Spanyol, sekaligus mengirim laporan ke Badan Intelijen Inggris.

Selama Perang Dunia kedua dan masa-masa berikutnya, Philby ada di masa penuh kecurigaan yang mengincar dirinya. Namun, di saat sulit itu karirnya malah cemerlang. Dia menduduki posisi penting di MI6 sebagai Kepala Departemen anti-soviet. Pengkhianatan Philby baru mulai tercium di tahun 1963.  Menurut Philby, dirinya direkrut agen KGB Soviet saat berkunjung ke Austria.

Dia mengungkap bagaimana mudahnya menerobos aset rahasia Inggris, dan menepis betapa hebatnya MI6 kala itu. “Anda mungkin pernah mendengar betapa hebatnya SIS (Secret Intelligence Service) sebagai organisasi yang terkenal efisien, sangat berbahaya, namun di kala itu, semuanya tak benar.”

“Setiap pagi saya menulis laporan dan kemudian memasukannya ke dalam tas. Dokumen rahasia lainnya juga saya bawa. Saya kemudian menyerahkannya ke penghubung Soviet. Pagi itu juga dokumen dikembalikan. Semua dokumen itu telah difoto dan mereka mengembalikan ke tempat yang disepakati.

“Saya lakukan hal itu rutin bertahun-tahun.”

Satu hal yang menjadi fenomenal adalah kemampuan Philby menghindari kecurigaan selama bertahun-tahun, termasuk hubungannya dengan jaringan Cambridge. Dalam akhir wawancaranya, Philby memberi nasihat.

“Saya melakukan hal itu dengan menekan rasa takut saya. Jadi saran saya untuk seluruh agen mata-mata, jangan pernah mengaku.”

(The Telegraph/Bobby)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here